Monday, November 27, 2017

Tempelan HP atau Gurita HP atau Perekat HP

Sudah mau konsentrasi mengerjakan buku GATK, suara cempreng Lis Kim Siong kedengaran teriak-teriak di luar pintu. Alamak. Mesti merelakan waktu beberapa menit kalau dia datang (juga beberapa rupiah. hehehe.) Gimana lagi. Dia ini tukang tagih Tuhan, jadi ndak bisa ditolak. Hehehe...

Lis dengan barang jualannya di ruang kerjaku.
"Ini tempelan HP." Suara sengaunya membuat aku meminta ulang beberapa kali sampai aku ngeh ketika dia mengangsurkan barang kecil dari karet berwarna-warni.

"Go opo iki, Lis?"

"Sini HPmu." Dia tarik HP yang ada di dekatku, mencoba menjelaskan benda apa yang dia bawa itu. "Bisa dipasang di spido motor, atau power bank. Biar ndak lepas saat dipakai." Ealahhhh...

"Berapa harganya?"

"Aku ambil 14 ribu. Untukmu 15 ribu."

"Alangkah mahalnya. Aku ini temanmu apa pelangganmu to yo? Kalau kesini tuh ya bawa oleh-oleh kek. Bukannya malah jualan aja. Masak aku selalu ngeluarin duit kalau kau datang." Dia tertawa ngekek-ngekek. Yah. Mau ndak mau aku kudu merogoh dompetku. Pura-pura ndak punya uang juga percuma kalau yang dihadapi tukang tagih Tuhan macam gini. Hehehe...

Usai uang dikantongi dia merayuku untuk memotretnya dengan barang warna warni itu. "Bantu jualin ya. Kau bisa jual 16 ribu."

"Ogah. Kujual 17 ribu ya." Tertawanya berderai-derai. Memaksaku menulis nomor teleponnya. Kalau ada yang beli aku bisa nelpon dia kapanpun. Hehehe... Okey deh. Terus bahagia ya, Nak. Di sini kau tidak akan ditolak. God bless you, Lis.

1 comment:

  1. Aku begitu terharu, Mbak. Beliau ini juakan apapun ya mbak? Semacam yang penting halal?

    ReplyDelete