Tuesday, July 26, 2016

KOREKSI

Okeylah menjadi dosen tak tetap, tak masalah. Tapi ketika harus mengakhiri semester dengan mengoreksi hasil ujian mahasiswa, yang ternyata kebanyakan adalah tulisan-tulisan copy paste, itu sungguh membuat stress. Kesempatan-kesempatan aku tawarkan karena pada dasarnya aku sangat berharap pada orang-orang muda, aku sangat sayang pada mahasiswaku. Aku tidak ingin memojokkan mereka dengan pengalaman yang tidak semestinya.

Namun pemikiran itu juga membuatku salah tingkah. Memberi nilai A sedang ujian tidak mereka tulis sendiri, itu sama sekali tidak tepat. Mereka akan mengulang hal itu lagi di masa mendatang. Mereka akan menganggap copy paste adalah tindakan super yang layak dapat A. Tidak. Itu tidak boleh terjadi pada mereka yang jelas-jelas kulihat potensinya. Memberi nilai C atau D juga tidak mengenakkan. Aku paham nilai C atau D sama sekali tidak diharapkan untuk mahasiswa kelas karyawan yang mereka sebenar-benarnya hanya ingin 'gelar'. Huft.

Monday, July 25, 2016

Makan di Kahyangan

Kesempatan ini tentu saja langka bagiku. Iya deh, aku sering ditraktir orang-orang (yang berduit atau tidak berduit) makan di berbagai tempat dengan jenis makanan yang aneh yang enak atau yang tak terbayang.

Nah, kali ini aku dapat kesempatan makan di Khayangan Shabu Shabu Restaurant, di lantai 29 Wisma Nusantara Building, di Tamrin Jakarta pada Sabtu, 23 Juli 2016.

Bu Merry yang mengajakku memamerkan hidangan-hidangan yang sebenarnya aku pernah makan beberapa kali di tempat lain. Jadi apa istimewanya restoran ini?

Hmmm, pertama adalah lokasinya. Mereka menata ruang makan seolah berada di kahyangan. Hehehe, lebay sih. Ndak begitu amat. Tapi dari tempat dudukku, aku bisa melihat pemandangan malam kota Jakarta yang penuh dengan kerlip lampu.

Kedua, pelayanannya. Ya, mereka memberi pelayanan optimal pada para pengunjung. Jadi model aku pun yang kampungan ini tidak merasa canggung.

Ketiga, teh ocha!!! Ternyata aku suka teh ocha tanpa gula yang diminum hangat. Membuat segar.

Keempat, hmmm... tentu saja karena aku tak harus membayar makanan-makanan itu. Satu piring irisan daging (apa ya namanya) itu pun harganya sudah di atas 1 juta. Ndak lah kalau suruh membayar sendiri. Aku lebih memilih bebek goreng dengan lalapan plus nasi sebakul. Hehehe...

Friday, July 22, 2016

Bengkel Sastra Bersama Kantor Bahasa Propinsi Lampung

Kesempatan menarik ini pertama-tama karena upaya Kantor Bahasa Propinsi Lampung. Yanti Riswara Idris, kepala kantor ini mengundang untuk mengisi sebagian sesi dari bengkel sastra untuk para guru SMA di Kota Metro.

Kegiatannya sih berlangsung tiga hari, tapi waktuku sangat terbatas hanya bisa membantu di hari pertama dan kedua, itu pun hanya setengah hari di masing-masing hari yaitu pada 20 dan 21 Juli 2016 untuk sesi Menulis Kreatif, Menggali Sumber Tulisan dan Belajar Puisi.

Ada 50-an peserta dari berbagai SMA dan SMK yang berkumpul di SMKN 1 Metro untuk kegiatan ini. Mereka mengikuti kegiatan dengan antusias walau ternyata tidak seluruh mereka adalah guru bahasa Indonesia. Bahkan ketika mereka mesti berlatih membuat tulisan-tulisan, mereka menyodorkan tulisan-tulisan untuk dikoreksi dan dibagikan kepada teman-teman lain. Silakan klik di sini untuk membaca tulisan lain tentang kegiatan ini.

Nah, nanti kupasang sedikit dari yang sudah mereka tulis. Terlebih karena sesuai pelatihan, sebagian dari mereka masih kontak untuk menyapa dan mengatakan,"Ini puisiku, mbak. Bagus tidak?" Hehehe... ini sungguh menyenangkan.