Friday, October 28, 2011

Bernard

Tanggal 26 Oktober lalu Bernard ulang tahun ke 8. Tapi dasar Bernard, selalu saja ada ide aneh dalam otaknya.
"Aku tidak mau ulang tahun hari ini. Ulang tahunku hari minggu nanti."
Jadi salam peluk ciumku ditolaknya. Juga dari bapak dan kakaknya. Tidak mau ada makanan khusus. Acara khusus. Nyanyian. Atau apapun.
"Ulang tahunku hari minggu."
Ya ampun, Bernard. (Aku ingat dua tahun lalu Albert tidak mau ulang tahun yang ke 8. Dia hanya mau ulang tahun ke 9. Padahal tahun itu dia 8 tahun!)
Tapi tetap aku membuatkan dia opor ayam dan mi panjang umur. Walau dia tidak mau memimpin doa bersama, dia tetap makan dengan lahap, sangat sangat banyak. Boleh, my son. Boleh saja, Minggu nanti ultahmu, hari untukmu, tapi aku mengingat khusus tanggal 26 Oktober, 8 tahun lalu, saat kau lahir dan diletakkan di dadaku dengan tangisan nyaring. I love u.

Monday, October 24, 2011

Short time at Bangkok

Kesempatan yang sangat mendadak tiba-tiba aku dapat. Aku harus pergi ke Bangkok, pertemuan untuk Asia Working Group untuk bidang buruh migran dan perantau. Hanya dalam waktu 7 hari menyiapkan segala hal. Untung Dining yang manis baik hati (thanks, Dining) menyiapkan hal-hal teknis menyangkut tiket dan lain-lain.
Tanggal 9 Okt aku berangkat dari Lampung, dengan Garuda jam 8.30, transit di Cengkareng. GA 686 berangkat dari situ jam 12.50. Tiba di Bangkok jam 16.00. Harusnya seseorang akan menjemputku di situ, tapi aku tak kutemukan sampai satu jam lebih. Aku sudah berpikir untuk naik taksi, atau angkutan lain setelah membongkar tasku untuk melihat alamat lokasi pertemuan. Tidak sengaja, aku melihat seseorang sedang sibuk melihat jadwal kedatangan pesawat di meeting point bandara. Aku lihat di map yang dia pegang ada tulisan kecil 'ICMC'. Jadi kutowel si bapak, yang ternyata Fr. Pairat setelah aku menyapanya dan memastikan dialah yang memang menjemputku. Aman. Dia masih harus menjemput dua orang lagi, jadi aku menemaninya beberapa saat.
Tempat pertemuan adalah Camillian Pastoral Care Center, berada di Latkrabang. Persis saat kami pertemuan, selama 3 hari, daerah itu tergenang air. Cukup nyengir, sekalinya ke Bangkok tidak bisa jalan-jalan karena banjir. Di banyak tempat lain di Thailand, banjir cukup parah.
Dua hari full untuk rapat. Pemetaan situasi perburuhan dan migrasi, lalu mencari beberapa alternatif yang bisa dilakukan dalam kerjasama antar negara. Sampai ada 7 point kesepakatan.
Hari terakhir aku memaksa untuk keluar. Panitia setempat agak kuatir tapi kemudian mereka memberiku peta, beberapa petunjuk untuk naik sky train, dan memastikan bahwa semua aman dan mudah bagiku. Mereka, peserta lain yang 14 orang itu, para bishop dan priest, sepertinya gak minat untuk kemana-mana. Satu orang dari India, Fr. Jose-lah yang kemudian berminat (aku kira setelah melihat kegigihanku untuk pergi sendirian, hehehe) untuk ikut jalan. Jadilah kami berdua pergi. Diantar oleh sopir penginapan ke stasiun Latkrabang. Niat awal ke Cathucak, tapi info yang salah, karena tuh tempat hanya buka Sabtu - Minggu. Jadi di stasiun Praya Thai, kami mengalihkan arah, ke Mahboonkrong. Ini seperti Mangga Duanya Jakarta, hehehe. Jadi apa yang bisa kami lihat? Yang pasti dapat gantungan kunci untuk oleh-oleh. Hehehe. Juga mengalami naik sky train, lihat Thailand dari alat transportasi ini, ...dan lumayan. Menyenangkan.
Tanggal 12 Okt sudah balik Jakarta. Dengan GA 687, terbang jam 14.10. Waktu Jakarta dan Bangkok tidak beda. Sampai di Cengkareng aku mesti buru-buru, kebut cari bus shuttle untuk menuju terminal 1b, tempat Lion untuk terbang ke Lampung.
Anggap saja ini adalah perjalanan survey. Aku ingin kesana lagi. Agak lama. Untuk menikmati tempat-tempat indah di sana.

Thursday, October 20, 2011

Daster

Daster adalah baju paling mengerikan namun paling nyaman bagi perempuan. Saat memakai daster, perempuan bisa lupa diri.
1. Karena bentuknya yang longgar, maka perempuan tidak merasakan gangguan saat makan sebanyak-banyaknya. Tidak akan merasa sesak bahkan ketika perut dan pinggul semakin melar.
2. Karena memberikan ruang persentuhan dengan udara yang semakin banyak, sehingga sensasi kulit terasa segar, bergairah. Udara membawa banyak hasrat. (Hehehe... Yuli, bahasamu! Pasti ada yang mbatin gitu dalam hati. Hehehe...) Tapi memang iya begitu.
3. Karena dapat dipadankan dengan apapun seenak hati. Bahkan tidak perlu mandi dulu, tidak perlu menata rambut, berdandan, pake wewangian dll. Pokoke gak harus pake aturan. Seperti kalau pake kebaya maka roknya harus gini-gitu, rambut harus diapain, dll.

Ada yang suka pake daster? Sekarang ini aku punya satu dikasih Yeni, yang punya buanyak gara-gara habis lahiran. Setiap habis cuci aku pake, cuci, pake lagi, cuci lagi, pake lagi.... Mengerikan!


Tuesday, October 18, 2011

Pemulihan Alam untuk Hari Pangan Sedunia

Hari pangan sedunia pada 16 Oktober tiap tahunnya. Tahun ini aku memperingatinya pada tanggal 17 Oktober dengan menemui sekelompok petani organik dari Metro, namanya kelompok Hadi Makmur. Mereka sudah 6 musim panen menanam padi secara alami tanpa bahan kimia buatan maupun beli. Pupuk dari fermentasi sampah dan jerami sisa panen. Air yang lebih irit 40 % dari sawah non organik, dan hasilnya : sawah sehat. Bagi tanah, bagi udara, dan bagi konsumen macam aku.
Selain kelompok ini sudah ada kelompok lain yang aku kunjungi sebulan lalu, yaitu kelompok Alam Lestari, di Bangunrejo. Semangat yang sama kutemui dari dua kelompok ini, yaitu ingin memulihkan alam seperti pada hakekatnya. Aku salut pada perjuangan mereka. Dan terimakasih, karena aku bisa mengkonsumsi beras organik yang terjangkau. Baru ini peranku dalam usaha mereka. Makan beras yang mereka olah dengan sentuhan jari-jari pada setiap butir benih hingga tiap butir beras tertampi. Terimakasih, petani organik!

Monday, October 10, 2011

Stop it!

Aku memerintahkan ini berkali-kali.
"Hentikan! Sekarang juga."
Kau mengatakan :
"Iya. Aku akan menghentikan lajunya. Tak akan ada lagi. Aku berjanji!"
Tapi setiap kali kemudian engkau usil mengulanginya. Lagi. Lagi. Tidak terasakah sakit itu sehingga kau tak pernah kapok?
"Hentikan! Sekarang juga."
Kau mengatakan :
"Iya. Aku hentikan."
Kali ini, bisakah tidak ada lain kali? Biar tidak ada remuk redam menghias piguramu yang sungguh cantik. Berjanjilah My Excellencies Princes of Heart. Hentikan!

Wednesday, October 05, 2011

Hot September

Septemberku memanas dengan banyaknya aktifitas yang kulalui. Segala macam perjumpaan di Lampung maupun luar Lampung. Sangat-sangat panas.
Yang prioritas dua perjalanan ke Lembang dan Muntilan, dua minggu berturut-turut, diselingi satu minggu di Lampung yang padat.
Lembang? Ya, selalu sejuk, walau capek karena rapat pleno Komisi Keadilan perdamaian dan Pastoral Migran Perantau cukup padat menguras energi yang sudah lungkrah karena hati tertambat di RS Harapan Kita, pada ibu.
Muntilan? Ya, Muntilan pembawa harapan. Disertai perjumpaan orang-orang di Realino, Scolastikat SCJ, Kulonprogo, house of Raminten dan always Malioboro. Semuanya jadi perjumpaan dan perjalanan menarik.
Septemberku yang panas, membuat tekanan darah tinggi dan vertigo.