Wednesday, June 25, 2008

Menjilat Awan

Kemarin aku menjilat awan yang kebetulan lewat persis di depan hidungku. Kaki-kakinya pongah melayang tanpa sayap. Sengaja dia berjalan pelan-pelan supaya aku menggodanya. Kerlingannya tetap di sudut mata, bahkan ketika tubuhnya berputar. Tentu saja aku tergoda! Bagaimana tidak? Seluruh tubuhnya adalah tranparan selendang uap air yang gembung bergairah. Dia meliuk-liuk dengan tarian eksotis ke seluruh penjuru raga. Menciptakan bentuk-bentuk cantik dengan tarikan-tarikan gerak tanpa sudut. Sekali waktu dia akan lari menjauh, mengikut angin yang sudah menjadi kekasihnya dari awal mula. Sekali waktu dia mendekat dengan langkah-langkah centil. Kadang dia akan terbang sangat tinggi tidak terlihat ujung mata, tapi kemudian dia akan menghujam ke arahku. Tepat di ubun-ubun, sehingga pecah berantakan bentuknya. Lalu tawa terkekeh-kekeh renyah dari segala penjuru hingga kemudian dia mengumpul kembali dalam bentuk yang paling anggun. Dekat di depan dadaku, siap untuk dipeluk. Seribu tangannya akan menggelitik seluruh inderaku, dengan nafsu. Hingga mau tidak mau, lidahku terjulur. Menjilatnya...

Tuesday, June 17, 2008

Penting 1

Rupanya tidak cukup juga pinjaman seluruh indera dan organ-organ yang ada dalam raga ini. Bahkan pengolahan otak juga tidak cukup. Perlu lingkaran kesadaran antara awal dan akhir, antara alpha dan omega, antara asal dan tujuan. Demikian, supaya benar-benar menjadi 'manusia' yang hidup, manusia yang tidak 'sekedar'.

Monday, June 16, 2008

Penting

Apa sih yang penting sekarang ini? Coba lihat. Aku punya sepasang tangan dan kaki, kepala, tubuh. Lengkap dengan organ-organ di dalamnya yang membuatku bisa ke sana-kemari, bernafas, melihat, mendengar, mencium, merasa. Juga ada otak yang membantuku mengolah semuanya. Apa lagi yang penting?