Friday, June 03, 2016

My Stupid Boss

Mau ngakak-ngakak ndak usah mikir, nontonlah film ini. BCL dan Reza serta pemain-pemain lain bakal mengocok mulut dan perutmu. Serius!

Yang menjadi pusat cerita adalah si bossman, diperankan oleh Reza. Si boss yang aneh, konyol dan kacau. Soal bagaimana kelucuan dibangun oleh karakter tokoh ini silakan nonton sendiri deh. Hehehe... Nah si BCL jadi istri dari karibnya si bossman yang kemudian melamar menjadi pegawai di perusahaan si boss di KL. Karyawan dari berbagai negara ada di tempat usaha ini. Cukup asyik sih nggambarinnya karena sedikit gambaran tentang pekerja dan pekerja migran muncul di sini.

Yang paling kusuka ada cara mereka menggarap film ini. Ciamik cahanyanya. Serius settingnya. Keren kostumnya. Dan tepatlah para pemainnya. Sayangnya ada satu bagian dalam alur cerita yang tidak kusukai karena tidak logis (Den Hendro malah tidur di bagian ini sampai kemudian kucubit biar bangun. Dasar.) Yaitu saat ingin ditunjukkan sisi lain dari hidup bossman. Digambarkan bossman mengajak si BCL (nama perannya Diana) untuk mengunjungi rumah kebajikan alisan panti asuhan. Suer ndak logis. Manalah ada karakter orang seperti bossman yang digambarkan cuek tak peduli pelit dengan berbagai masalah keuangan yang membelitnya tiba-tiba ingin memperbaiki panti asuhan dan membelikan 2 minibus. Konon dia mengunjungi tempat ini lagi karena dua anak panti asuhan itu mengembalikan tas laptop si boss yang tertinggal. Rasanya ndak masuk akal. Kalaupun dilakukan pasti si Diana hanya akan menganggapnya pura-pura, akting aja untuk mengubah pikiran Diana yang ingin keluar kerja.

Mestinya, mungkin bisa ditampilkan sikap-sikap kecil yang lebih logis yang memang bisa dipunyai oleh orang seperti bossman itu. Toh setiap orang berkarakter apapun pasti punya cinta kan? Nah mungkin cinta pada istrinya bisa menunjukkan beberapa sikap. Atau cintanya pada beberapa karyawan yang ditampungnya, toh dia menampung banyak karyawan yang bermasalah kan. Atau cintanya pada siapa gittuuu... Kukira itu cukup logis karena setiap orang akan bergerak kalau ada cinta.

Weeeesss...gitu sedikit ulasan tentang film ini. Yang jelas sebagai film komedi, film ini berhasil.