Thursday, May 27, 2021

Pelatihan Menulis Kreatif: Semua Bisa Menulis!

 Semua Penulis Bisa Membaca dan Semua Pembaca Bisa Menulis. Itulah tema pelatihan menulis sesi 1 pada Jumat Malam 22 Mei 2021, bersama para mahasiswa penggiat UKM Katolik Universitas Lampung. Aku menyanggupi memandu mereka sejak pertemuan dengan mereka beberapa minggu sebelumnya, dan aku koreksi sedikit tema yang mereka sodorkan. Awalnya mereka mengatakan semua penulis bisa membaca tapi tak semua pembaca bisa menulis. Kubilang: "Semua bisa menulis." 

Yes, ini harus diyakini dulu di awal, karena kalau tidak mereka tak akan pernah menghasilkan apa-apa walau ikut pelatihan menulis jutaan kali. Semua harus yakin bahwa mereka bisa menulis seperti apa pun latar belakang pengalaman dan pembelajaran yang pernah mereka alami.

Jadi pertemuan pertama sekitar 2 jam ini aku ajak mereka bersenang-senang melihat bahwa kita semua dilingkupi fakta dan imajinasi yang tiada henti, tak terbatas bisa kita ambil sebagai sumber tulisan kita. Selebihnya, mau menulis dalam bentuk apa berdasar bahan yang sudah kita dapatkan itu, ya suka-suka kita.

Para jurnalis akan menuliskan fakta-fakta dalam bentuk berita, feature. Sedang para sastrawan menuliskan imajinasinya dalam bentuk puisi, prosa. Dalam menangkap fakta pun imajinasi tetap ikut serta, pun ketika berimajinasi kita pasti berangkat dari fakta-fakta. Dah, asah dua hal itu dan belajarlah membedakannya sehingga bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan.

Sepanjang pelatihan secara online ini (ini kali pertama aku melatih menulis secara online. great.) aku minta mereka selalu siap dengan buku dan pena, atau laptop yang siap untuk menulis sesuai dengan panduanku. 

Salah satunya mereka melatih diri mengembangkan satu kalimat yang kucuplik dari Kahlil Gibran menjadi paragraf mereka sendiri. Dan itu bisa diambil sebagai pembuktian: Kalian bisa menulis.

Pada bagian akhir, aku meminta mereka menulis secara bebas sebuah tulisan yang utuh, dan dikumpulkan sebagai syarat untuk mengikuti sesi 2 latihan menulis yang akan dibuat tidak lama lagi. Tulisan-tulisan itu juga bisa menjadi bahan untuk buletin yang mereka terbitkan.

Tuesday, May 25, 2021

Januari sampai Mei Ngapain Aja Hoiiii... Yuliii, Jangan Malas.

 Tahun 2021 ini menjadi tahun yang diawali dengan banyak hal menarik. Tapi kok malah blog sepi yaaa.... Payah bener penulis yang satu ini. 

Ok, aku mau jujur saja mengawali dari permulaan untuk tanggal ini. Andai besok bisa dirutinkan lagi penulisannya pasti akan ketemu kembali alirannya. Nah, yang sudah terlewat aku akan menulis ringkasan kronologis aja sebagai catatan, kapan-kapan mungkin bisa kutulisa lebih panjang jika memang harus dituliskan.

Januari 2021

Januari dipenuhi hal-hal yang tak terduga. Misal kedatangan keluarga muda Carlo, Cicil, Patricia dan Paulin pada minggu pertama di bulan ini. Menjadi semarak karena banyak hal baru yang tak terupdate lama. Bulan ini juga menjadi bulan penuh duka. Romo Teddy meninggal karena Covid selang dua hari saja dari WA beliau yang terakhir. Orang yang penuh semangat ini tak mungkin kulupakan. Pada bulan ini juga dipenuhi dengan kesibukan karena satu ibu yang selalu kontak karena kemungkinan kekerasan yang dia alami dalam keluarga, hmmm... bukan kesibukan tapi penuh uraian airmata dan kesesakan. Doaku untukmu, ibu. Hal-hal rutin terus berjalan di bulan Januari ini. Kerja di keuskupan secara rutin tiap hari. Juga kerja pengawasan Koperasi Mekar Sai yang selalu sibuk di awal tahun karena persiapan laporan RAT dan segala sesuatunya. Rutinitas lain yang menarik adalah jalan tiap minggu bersama LHHH.

Februari 2021

Awal bulan dimulai dengan kontakan dengan Sr. Katharina FSGM tentang garapan peringatan St. Bakhita untuk korban human trafficking. Selebihnya adalah kesibukan koperasi yang semakin rapat rapet sampai akhir bulan. Untung ada hash dan kesempatan kunjungan ke Lamtim keluarga Rm. Wicak yang akan segera mengakhir masa kerja di keuskupan. Selain itu ada beberapa perjumpaan untuk Puspa, SGPP dan penggarapan modul KPP yang intensif.

Maret 2021

Kerja dengan dinas PPPA provinsi ada beberapa agenda. Selain itu ada KPP online juga dalam rangkaian komitmenku bersama suami untuk membantu KOMKEL keuskupan. Selain itu juga ada garapan mendorong Puspa Kota Bandarlampung. Pada akhir bulan ada hadiah yang kuterima dengan deraian airmata, yaitu SK ketua Puspa. Senang? Ya. Ini peluang menarik untuk dikerjakan. Sedih? Hmmm... mungkin bukan sedih. Tapi gamang, takut... ada banyak PR yang harus dikerjakan di sana. Saat menulis ini pun aku menarik nafas panjang. Aku dikuatkan oleh dukungan teman-teman, juga rangkulan Tuhan pada jiwaku.

April 2021

April diawali dengan rangkaian pekan suci. Menjadi spirit yang berkobar di hatiku walau semua dilakukan secara terbatas, lewat internet. Pengukuhan Puspa dilakukan pada kamis 15 April 2021 oleh wakil gubernur, diikuti beberapa kegiatan bulan puasa. Ada kesempatan untuk kembali bicara tentang aktif tanpa kekerasan di Unila untuk para mahasiswa FISIP. Ohya, Dardiri teman kuliah di Brawijaya tiba-tiba kontak dan mampir semalam di rumah. Bulan ini juga diwarnai wawancara dengan media bersama Alfa dan juga bersama Wahyu yang sedang mengerjakan skripsinya.

Mei 2021

Mei menarik karena ada ksempatan untuk bersama Komkel mendampingi tim keluarga di Jogjabaru. Nginep 1 malam di sana serasa piknik. Awal bulan juga ada dua kali diskusi bersama SGPP tentang pendampingan psikososial dan gereja katolik ramah anak. Lalu persis sebelum lebaran, masa lebaran dan sesudahnya menemani 3 anak dan ibunya yang 'potensial terjadi kekerasan', dan sudah terjadi sebenarnya. Moga ada pemulihan bagi mereka dan kembali sebagai keluarga yang baik. Akhir bulan ini bakal asyik karena ada beberapa even. Latihan nulis untuk mahasiswa Unila dan juga kegiatan lain.