Friday, March 15, 2019

Kumpulan Cerita Rakyat Lampung (Folktales from Lampung), Agatha Nila Sukma

Folktales from Lampung
(Kumpulan Cerita Rakyat Lampung)

Penulis: Agatha Nila Sukma
Editor: Nining Suryaningsih
Ilustrator: Wahyuningsih
Penata letak: Tim Senyum
Desain sampul: Kholid Senyum
Penerbit: Pustaka Media Guru, Surabaya
Cetakan pertama: Oktober 2018
Isi: viii, 138 hlm, 14,8 X 21 cm
ISBN: 978-602-482-379-5

Pagi ini aku menerima buku ini dari penulisnya langsung. "A special gift for Mbak Yuli. Enjoy the book." Tulis Nila di bagian depan buku yang berjudul Foltales from Lampung. Aku sangat girang menerima buku ini karena aku tahu tak banyak buku semacam ini beredar di Lampung, dan tentu saja karena ada satu tulisanku yang disadur olehnya, yaitu cerita tentang Sultan Domas (Dari Buku Sultan Domas Pemimpin yang Sakti dan Baik Hati, ditulis oleh Yuli Nugrahani, ilustrasi Budi Lilur, diterbitkan Kantor Bahasa Provinsi Lampung tahun 2017). Huraaiiiii....

Ada 6 kisah yang dimuat dalam buku ini. Masing-masing disadur dalam dua versi: bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
1. Sultan Domas
2. Crocodile the Pirate in Tulangbawang
3. The Legend of Ranau Lake
4. The Seven Sisters
5. Datuk Tuan Budian
6. The Origin of Small Anchovies in Tulangbawang

Setiap kisah disertai dengan pesan moral yang ingin ditonjolkan lewat cerita-cerita itu, misal untuk Sultan Domas dituliskan pesan moralnya:
- Hendaknya kita selalu menolong dan berbuat baik kepada orang lain.
- Mengampuni kesalahan orang lain adalah hal yang mulia.
- Jangan berputus asa menghadapi setiap masalah dalam hidup kita.
- Bekerja keras dan terus belajar adalah kunci keberhasilan.
- Jadilah seperti Domas yang tidak sombong dan rendah hati.
- Jagalah dan lestarikan selalu alam kita.

Nah, keren kan? Kini aku punya buku yang bisa kubawa kepada anak-anak/ orang yang ingin belajar tentang Lampung sekaligus tentang bahasa Inggris. Selain itu buku ini bisa kutunjukkan pada para sahabatku di luar sana yang tak tahu bahasa Indonesia seperti biasanya buku-bukuku kutulis.

Nila, terimakasih banyak ya. Terus semangat. Ndak usah berkecil hati kalau ada 'orang-orang besar' yang menolak. Mereka tak paham artinya perjuangan dan pendidikan. Biarin saja. Pokoke, maju terus pantang mundur. Aku menunggu kisah-kisah lain dalam buku-buku yang lain. Proficiat!

2 comments:

  1. Terima kasih banyak atas apresiasinya mbak Yuli. Maap diriku baru menemukan tulisan ini setelah sekian lama. Sekali lagi terima kasih banyak atas support yang diberikan. Semoga sehat2 selalu. Tuhan memberkati.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih sama-sama. Terus semangat nyonya.

      Delete