Saturday, December 29, 2018

Aksi untuk Korban Tsunami Selat Sunda

Tsunami yang terjadi di sekitar Selat Sunda mengagetkan banyak orang, 23 Desember 2018, sekitar 21.30. Tanpa ada tanda-tanda sebelumnya, tiba-tiba terjadi. Awalnya banyak orang menyepelekan, ternyata ratusan korban meninggal dan ribuan orang harus mengungsi.

Spontan aksi tanggap darurat dilakukan. Keuskupan Tanjungkarang melalui Caritas Tanjungkarang langsung terjun memberikan bantuan darurat dan assesment untuk mengetahui kondisi konkret, terus berjalan sampai sekarang dibantu oleh Caritas Indonesia dan seluruh umat.

Jaringan Perempuan Padmarini (JPP) mengambil porsi dalam Lampung Ikhlas bersama Walhi Lampung, YKWS dan lain-lain pun bergerak.

Kemarin, 28 Desember 2018, anak-anak muda dari dusun V Perumahan Polri Hajimena juga melakukan aksi serupa. Mereka mengumpulkan bantuan dari seluruh perumahan dan menyerahkan ke Kunjir Kalianda.

Melalui beberapa grup WA aku juga tahu banyak lembaga dan perorangan bergerak membantu korban, pengungsi dan juga yang masih berada di rumah-rumah pesisir. Pun, aku masih berseling dengan rasa kuatir karena Anak Krakatau masih terus bergolak. Kontak dengan teman-teman KSDA Lampung juga selalu mantengin info dari BMKG tidak menyurutkan rasa kuatir itu.

Lokasi yang didatangi Albert dkk.
Jika alam bergerak, manusia harus lebih rendah hati melayaninya. Semua ini adalah alat bagi Sang Pencipta untuk menunjukkan kuasa dan kasihNya.

Hal kecil seperti yang dilakukan oleh Albert dan kawan-kawannya itu pun masuk dalam apresiasi hatiku. Aku mengucapkan terimakasih padanya dan kawan-kawannya yang rela melakukan hal semacam itu, sekecil apa pun.

Mungkin nanti atau besok atau entah, juga ada lagi peristiwa tak terduga yang bisa terjadi pada siapa pun, lewat gerak alam.

Kunfaya kun.

No comments:

Post a Comment