Tuesday, March 01, 2016

Rapat Aggota Pemilihan Pengurus dan Pengawas KSP Kopdit Mekar Sai 2016-2018


Minggu lalu diadakan pemilihan pengurus dan pengawas KSP Kopdit Mekar Sai Lampung masa bakti 2016 - 2018. Diselenggarakan di GSG Gentiaras Way Halim pada 28 Pebruari 2016. Apa yang menarik? Banyak. Misalnya : aku menjadi sekretaris panitia nominasi dengan ketua R. Sumarno dan anggota Toto Haryadi. Lalu pemilihannya dilakukan secara langsung setelah proses periapan sekitar 1 tahun. Hal menarik lainnya banyak banget deh. Iyalah, aku terlibat dalam prosesnya sehingga tahu detail-detail menarik tentang calon, pengguguran, rapat anggota pemilihan, hingga proses pemungutan suara dan penghitungannya. Sudah terpilih 5 orang pengurus dan 3 orang pengawas. Kusebut sekilas saja ya bahwa yang menjadi ketua pengurus adalah Andre Muhi Pukai dan ketua pengawas B. Budiman.

Soal lain-lain yang lebih serius kuceritakan nanti saja. Sekarang aku narsis saja dulu. Ini satu-satunya foto yang ada di hpku terkait dengan pemilihan itu. Itu pun pemotretan dilakukan oleh Denmas Hendro di halaman rumah saat aku akan berangkat untuk rapat anggota pemilihan. Mungkin nanti ada foto-foto lain yang bisa kuminta dari panitia sehingga aku bisa lebih presentatif menyajikan fotonya.

Nah, karena foto yang ada hanya ini, aku bercerita saja terkait keterlibatan diriku sebagai panitia nominasi (panom) untuk proses kali ini. Aku dipilih dan kemudian ditetapkan lewat SK Pengurus sebagai Panom saat Rapat Anggota Tahunan tahun lalu di tempat yang sama. Disepakati kemudian aku sebagai sekretaris. Aku tidak menolaknya walau aku tahu pekerjaan di posisi itu pasti lebih banyak dalam hal teknis praktisnya. Dan persetujuanku itu tidak merugikan aku sama sekali. Aku belajar banyak soal koperasi dalam setahun terakhir ini. Aku jadi paham banyak hal yang dulunya kuanggap tidak penting untuk diketahui.

Minggu terakhir persiapan rapat anggota pemilihan adalah saat yang paling melelahkan. Aku baru pulang dari Pontianak - Singkawang untuk kegiatanku sebagai Badan Pengurus di Komisi Keadilan, Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau, KWI. Mulai hari Kamis, sudah deh. Kami Panom tak berhenti. Rupanya banyak hal yang harus disiapkan dan diantisipasi untuk pemilihan itu.

Puncaknya pada 28 Pebruari 2016 usai rapat anggota tahunan, proses pemilihan pun dimulai. Terus terang aku cukup tegang karena beberapa hal. Tapi aku tahu tak ada hal yang salah yang aku perbuat atau Panom perbuat, jadi aku sangat yakin semua akan berjalan baik. Dalam proses yang demokratis dengan dinamika di sana sini akhirnya kami bisa melewati segala hal hingga di ujungnya serah terima jabatan dari pengurus dan pengawas yang lama ke yang baru.

Leegggaaaa... pakai banget. Ada beberapa hal yang harus dievaluasi tapi itulah prosesnya. Lega. Sudah selesai. Rasa capek menggumpal di tenggorokan menjadi radang dan demam, tapi semua okey. Aku siap menyusun laporan untuk evaluasi dan pelaporan nanti. Ini proses yang menarik.

Nah nah nah, tentang foto. Ini sengaja ingin kupamerkan karena aku memilih memakai kebaya sederhana untuk acara ini. Dua bapak di sampingku yang juga Panom memilih memakai setelan jas yang resmi. Cocok. Aku memilih kebaya (moga ndak diblur sama KPI. hehehe.) berkutubaru yang sederhana warna putih dengan memakai sarung dan berkonde cepol. Aku bilang ke Denmas Hendro,"Ini baju resmiku. Dan tanda siap melayani."

Lihat kan? Aku tidak terbatasi sama sekali oleh baju ini. Masih bisa dipandang dengan enak dan enak pula dipakai. Aku suka memakainya dan akan semakin sering memakainya di masa depan. Baju jenis ini cocok untukku. Hehehe...yang mau mengirimkan bahan atau baju untuk kusosialisasikan silakan kirim ke aku jenis-jenis kebaya santai. Ukuranku M atau L. Hehehe...

No comments:

Post a Comment