
Nah, menjelang Imlek lalu kami ke sana, serombongan, sekeluarga. Indah. Dan ternikmati dari pagi sampai sore dengan 'nganyut'. Berenang atau diseret sampai ke batas aman yang ditandai dengan bola-bola pelampung. Lalu diam-diam saja ngambang menghanyut ngikuti ombak, hingga ke arah Barat agak ke tepi. Kalau sudah lumayan dekat bibir pantai, berusaha ke tengah lagi, lalu menghanyutkan diri lagi. Begitu berulang-ulang. Airnya begitu hangat dan enak. Matahari panas karena memang tengah hari, tidak terlalu terasa kalau berendam. Tapi begitu keluar, aduh, seperti dipanggang.
Diselingi makan siang yang rakus bekal dari rumah di bawah pohon kelapa yang memang rapat tumbuh di sepanjang pantai, minum air vitamin dan kembali ke tengah dan menghanyutkan diri lagi. Berulang-ulang, hingga sore memanggil pulang. Hingga gosong seluruh badan. Saat membilas diri sudah terasa perih di bagian-bagian muka, pundak, lengan dan kaki bawah. Anak-anak perih di bagian punggung karena mereka tidak pakai kaos. Kini sudah dua hari gosong masih terlihat dengan pekat dan rupanya masih perih juga. Tapi aku kira walau tidak enak terasa, menghanyut di pantai tidak akan berhenti. Tidak kapok. Pasti akan diulang lagi. Apalagi di Lampung masih buanyak pantai yang harus didatangi. Yang sudah dikunjungi baru Pasir Putih, Mutun, Kalianda Resort, Blebuk, Hanura, Ringgung, Klara, ...
No comments:
Post a Comment