Saturday, March 29, 2025

BERKAH DARI TIDAK MENDAPAT UPAH

 Menjelang lebaran tahun 2025, ndak sengaja mendengarkan Gus Baha lagi. Memang tak ada hubungannya antara aku dengan lebaran, tapi tetap saja hari raya Idul Fitri menjadi hari yang istimewa juga bagiku. Sejak lahir hidup di Indonesia, Idul Fitri kualami dengan banyak kegembiraan.

Dulu saat masih kecil, begitu pagi menjelang usai sholat ied yang ditandai dengan ramainya orang lalu lalang di depan rumah, aku pun sibuk bebenah. Mandi, pakai baju yang bagus, lalu memakai sepatu dan bawa tas kecil atau dompet siap keliling.

Keliling ke sekitaran rumah pertama-tama untuk mendapatkan jajanan-jajanan manis gurih khas lebaran. Lalu saat salaman pamitan, harap-harap cemas untuk mendapatkan lembaran atau receh rupiah.

Sampai saat ini kebiasaan itu juga tetap dilakukan dan selalu istimewa.

Nah, kembali pada inspirasi dari Gus Baha. Kali ini bicara tentang upah. Ada beberapa posisi yang aku perankan saat ini dengan kerja yang tidak mudah, tapi tidak mendapatkan upah. Mengeluh? Iya, kadang-kadang aku mengeluh tentang itu. Tapi mendengarkan Gus Baha hari ini, aku jadi mengoreksi hal itu. Bayangpun sengsaranya aku kalau karena menjadi ketua Puspa aku mendapatkan upah. Pasti aku akan tidur dengan gelisah karena menjalankan tanggungjawabku dengan tidak bijaksana yang bisa menjawab semua kebutuhan tentang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Alangkah susahnya aku kalau aku mendapat upah yang cukup di DKL atau di Keuskupan dan juga di tempat lain. Pasti aku gelisah karena bagaimana aku bisa menjalankan dengan sempurna tanggungjawab berat itu.

Jadi inilah berkahnya yang mesti aku syukuri, yaitu karena aku tidak mendapatkan upah dari banyak tanggungjawab yang kuemban. Maka aku menjadi murni dengan motivasi dari hati, bukan motivasi dari uang.

No comments:

Post a Comment