Thursday, July 23, 2026

Punya Presiden Pikun itu Sama Sekali Tidak Keren

  Penyebab Orang Pikun, Ilmuwan Temukan Cara Ampuh Mengatasinya

Klik di Google, dikatakan Pikun (demensia) bukanlah bagian normal dari penuaan. Ciri utamanya meliputi: penurunan daya ingat yang mengganggu aktivitas sehari-hari (seperti sering mengulang pertanyaan yang sama), disorientasi waktu dan tempat (sering tersesat di tempat yang dikenal), kesulitan melakukan tugas rutin, menaruh barang sembarangan, dan perubahan suasana hati yang drastis.

Ini artinya, sebenarnya orang bisa saja tua atau menjadi tua tanpa mengalami demensia atau kepikunan.

1. Mudah lupa

Penurunan daya ingat bahkan hal yang paling sederhana. Hitungan yang sederhana pun lupa. Prabowo menampakkannya beberapa kali. 10 + 6 hasilnya jadi 17. "Saya diberitahu bahwa hari ini adalah hari ulang tahun HIPMI tanggal 10 Juni 2026 ya. Kalau dijumlahkan angkanya ini angka baik, 10 Juni, Juni kan bulan ke-6 ya. Jadi kalau 10 + 6 itu kan 17 ya kan. Satu sama tujuh (sama dengan) 8. Belum selesai, 2026 jumlahnya 10 ya. Oh ya okelah. Bukan, 10," ujar Prabowo dalam pidatonya di Munas HIPMI, Lampung.

2. Sering salah waktu atau tempat 

Point pertama tadi sudah menandakan dia sering salah untuk hal-hal sepele. Mengira dia ada di mana padahal di mana. Di tengah masa buruh dia bicara tentang MBG bahkan menanyakan ke publik. "Saya bertanya kepada saudara-saudara, MBG bermanfaat atau tidak? MBG itu sangat penting untuk anak-anak kita," kata Prabowo dalam acara Hari Buruh Internasional di Lapangan Monas, Jakarta. Dia mengira lautan massa itu orang-orang dekatnya saja, padahal tak dikenalnya. Sehingga dia menafikan jawaban yang muncul dari pertanyaan itu. Pokoke kudu MBG. Aihdah. 

3. Berubah-ubah sesuai mood atau pikiran sesaat

Saat tertentu dia akan bicara seolah-olah pro rakyat, tapi dalam tindakan dia sesat logika. Pernah presiden mengatakan tentang MBG:  “Saya akan bertahan sedapat mungkin. Daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan. Anda enggak lihat anak-anak yang stunting? Saya lihat. Saya kampanye sekian kali, saya di desa-desa, saya lihat. Umurmu berapa? 11 tahun. Badannya anak 4 tahun. Saya aku yakin saya berada di jalan yang benar. Uang kita ada.” Lah, justru itu tugasmu, pakkk... Uang rakyat tak boleh dikorupsi, harus dijaga supaya bisa digunakan sesuai prioritas.

4. Buruk dalam mengambil keputusan

Jika sudah memutuskan, pokoknya itulah yang harus dilakukan. Tak ada pertimbangan yang baik dan logis. Hasil evaluasi yang obyektif tak digubris bahkan dianggap sebagai ancaman. Ini mengerikan. Prabowo menganggap omongan tentang fakta sebagai serangan baginya.  Eh, hal lain keputusan MBG dan KMP itu bukti nyata juga. Yang diomongin kayak omongan orang-orang lansia pikun itulah.

5. Dst.

Ngliatnya kayak udah cenunukan gitu lho, cara ngomong dan cara jalan udah seperti lansia sepuh. Konon hidup yang kesepian meningkatkan resiko terkena pikun. Nah, untuk negeri kita yang masih punya PR sosial politik budaya, mempunyai presiden dengan beberapa pertanda pikun, itu sama sekali tidak keren. Huh.

No comments:

Post a Comment