Monday, September 28, 2026

MUNCAK GUNUNG SEMINUNG LAGI (1)

Sabtu-Minggu, 26 - 27 September 2026 lalu aku, Pak Hen, Mo Bagas dan Maria muncak ke Gunung Seminung Lampung Barat. Bagi aku dan Pak Hen, ini kali ke tiga. Mo Bagas ini jadi kali ke dua. Sedang Maria, baru pertama kali nanjak Seminung. Kisah-kisahnya nyusul. Berikut ini aku pasang dulu itinery awal rencana perjalanan untuk dua hari trip.

 GOES TO SEMINUNG

Sabtu, 26 September 2026
03.30 – 04.30    OTW dari Antasari - Pahoman - Hajimena    
04.30 – 07.30    Perjalanan tol Natar – Kotabumi
07.30 – 12.00    Kotabumi – Lumbok: Mampir sarapan RM. Cheche (Pondok Pinus) Sumberjaya, kalau sudah buka. Kalau belum buka lanjut mampir Sekincau atau Liwa untuk makan dan nasi bungkus    
12.00 – 13.00    Registrasi, persiapan, packing ulang    
13.00 – 17.00    Tracking: pos 1 – pos 2 – pos 3 – pos 4 - Puncak.    Cemilan di tiap pos
17.00 - …    Menikmati sunset di puncak, pasang tenda, makan, fun.    Makan malam nasbung 
        
Minggu, 27 September 2026
05.00 – 08.00    Sarapan, foto-foto-foto, bongkar tenda, packing Sarapan: nasi porang, telur goreng, abon, timun, plus energen
08.00 – 11.00    Mbrosotttt, Cemilan di tiap pos
11.00 – 12.00    Santuy di basecamp    
12.00 – 13.00    Paling telat jam 13.00 sudah otw dari basecamp    
13.00 – 15.00    Eksplore Danau Ranau sambil cari makanan enak    
15.00 …    Cuzzz… Bandarlampung, mampir ngopi di Sumberjaya samping masjid jamik Moga jam 22.00 semua sudah sampai rumah masing-masing (Hajimena – Pahoman – Antasari)

Beberapa rencana bergeser ngikuti situasi. Tapi seluruh situasi itu sungguh ternikmati. Detil kisahnya menyusul yaaa...

Wednesday, September 09, 2026

Me Time: Makan dan Santuy

 Keseimbangan bisa didapat sesekali menjauh dari keramaian. Untuk orang model aku, terlalu lama berada dalam keramaian bisa membuat pusing. Rasanya bising dan berisik. Sebagian dari banyak cara yang bisa dipilih untuk 'me time' adalah makan dan nglamun, santuy, ndak usah usah ngapa-ngapain.

 Duduk santai, sambil mikir macam-macam tanpa nargetin dapat solusi atas masalah-masalah. Atau jalan tak tentu arah juga bisa sih menjadi salah satu cara.

Cara lain yang paling manjur bagiku adalah makan. Mengunyah makanan bisa menjadi sarana untuk rilex, santuy. Bukan hanya santai secara tubuh tapi juga secara pikiran dan hati. Konon gerakan rahang berulang dapat membuat lebih fokus dan pikiran menjadi tenang. Gerakan mengunyah juga bisa menurunkan hormon stress. Kononnn...

Siang ini menu yang paling pas untuk gerakan mengunyah adalah pepes ikan patin, dadar jagung campur tahu dan lalapan. Pepes tak perlu repot. Dapoer Cantik depan rumah dengan senyum Henny yang cantik siap sedia sejak pagi. Nasi sudah ada. Dadar jagung tinggal membuat dalam waktu singkat. Nanti kupasang resepnya di bawah. Lalapan ambil dari sekitar rumah, ada pucuk daun kates yang sudah tidak produktif, rebus dengan sedikit garam dan minyak goreng. Lalapan lain daun sirih cina. Ini dah seger banget. 

 Dadar jagung:

Sisir satu jagung. Ulek 2 bawang putih, 3 bawang merah, garam dan lada secukupnya. Jagung yang sudah disisir ulek sekalian. Masukkan sedikit tahu untuk campuran, irisan cabe sesuai selera, bisa diskip juga. Tambah dengan satu sendok tepung maizena, dan satu telur. Kocok jadi satu, goreng sesendok-sesendok sampai matang. 

Dah, mari makan. 

Tuesday, September 08, 2026

Pengukuhan Forum Puspa Kabupaten Tanggamus: SINERGI UNTUK STOP KEKERASAN

Pemerintah Kabupaten Tanggamus mengukuhkan forum partisipasi publik untuk kesejahteraan perempuan dan anak (PUSPA) Kabupaten Tanggamus periode 2026-2028, sekaligus sosialisasi penguatan kelembagaan Forum PUSPA oleh Dinas PPPA dan Forum PUSPA Provinsi Lampung. Bertempat di Aula Gedung Serumpun Padi Gisting. Selasa, 01/09/2026.

Pengukuhan berlangsung di Aula Gedung Serumpun Padi, Kecamatan Gisting, Selasa (1/9/2026), berdasarkan Keputusan Bupati Tanggamus Nomor B.327/33/08/2026. Pengukuhan dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto.

Sejumlah pejabat dan tokoh organisasi turut hadir, di antaranya Ketua Forum PUSPA Lampung Yuli Nugrahani, Kepala Bidang Data dan Partisipasi Masyarakat PPPA, PP dan KB Provinsi Lampung Desmaliya Suhaely, Ketua Forum PUSPA Tanggamus Yeni Verawati, Asisten III Jon Novri, Kepala Badan Kesbangpol Beni Irawan, serta Kepala Dinas PPPA, PP dan KB Kabupaten Tanggamus Luberto Fabiola.

Dalam sosialisasi untuk menguatkan kapasitas Forum Puspa Kab. Tanggamus, Yuli Nugrahani Ketua Puspa Provinsi Lampung memaparkan tiga hal keprihatinan yang menjadi latar belakang berdirinya Forum Puspa di tingkat Nasional, Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

"Latar belakang berdirinya Puspa sebagai mitra utama Dinas PPPA adalah tingginya angka kekerasan, tindak pidana perdagangan orang dan juga kesenjangan ekonomi. Ketiganya saling berkait dan memunculkan korban paling banyak pada kalangan perempuan dan anak," tegas Yuli.

Sinergi pemerintah dan masyarakat harus dibangun untuk menghentikan tiga isu utama itu. Turunan masalahnya pasti sangatlah banyak dan dapat dilihat sesuai kondisi wilayah masing-masing. 




Thursday, September 03, 2026

Cemilan Murah (Ndak Sehat Kalo Sering-sering): ONCOM GORENG

Ada cemilan yang ndak terlalu kusuka tapi kalo sudah pengin aku bisa makan habis banyak. Dalam setahun mungkin hanya beberapa kali tak lebih dari jumlah jari tangan kiri saja. Yaitu: Oncom goreng. 

Hari ini saat belanja aku lihat 'springbed' tergantung di satu sisi mang sayur. Springbed sebesar itu kutanya harganya: "Berapa harganya ini mang?"

"Hanya tiga ribu bu." Mang sayur udah langsung saja menyodorkan oncom oranye itu ke tanganku. 

Spontan yang terbayang adalah oncom goreng. Tak usah pake bumbu, potong oncom tidak terlalu besar dan tidak terlalu tebal. Beri geretan dikit biar lebih renyah. Bumbuin saja dengan air garam, tak usah pake bumbu-bumbu lain, juga tak usah pake tepung.

Goreng dengan minyak agak banyak, sampai matang. Tiriskan dengan baik. Iris cabe setan tipis-tipis, tabur di atas oncom yang sudah ditiriskan. Biar lebih sehat dikit, dan menjadi lebih segar, aku tambahin dengan satu genggam daun sirih cina.

Dahhh.... nyampleng tenan. (Tapi jangan sering-sering. Aku lihat kandungan gizi oncom goreng pada 100 gram beratnya, kalori 365 kkal, lemak bisa sampai 10 gram terrgantung minyak penggorengnya, karbohidratnya sekitar 12 gram, protein bisa sampai 5 gram. Sedangkan sirih cina mengandung kalori sangat rendah dengan banyak nutrisi baik mulai dari mineral (kalsium, kalium, magnesium, fosfor dan zat besi), vitamin (vitamin C, E dan beta karoten), antioksidan (senyawa polifenol, tanin dan flavonoid) dan fito kimia lain (alkaloid, saponin, minyak atsiri dan kalsium oksalat)). 

Wednesday, September 02, 2026

LHHH: Gubak Hills, Kebun Jati dan Keindahannya

 Lampung Hash sudah berkali-kali mengambil rute di daerah sekitar Gubak Hills, Bandarlampung. Kali ini juga, Minggu, 30 Agustus 2026. Karena sudah beberapa kali mengambil rute ini aku ndak ikut long track, dan kali ini cuaca bagus tidak hujan yang artinya tidak akan licin, maka aku mengikuti rute long secara penuh.

Rute long kali ini tidak long banget juga. Dalam hitungan Strava di HPku hanya sekitar 6 km. Memang sih ada tanjakan curam dan turunan yang cukup lumayan, tapi masih bisa dinikmati sambil tolah toleh melihat pemandangan serba indah di lokasi ini. Pasti bisa melihat laut karena lokasi Way Gubak ini tak jauh dari Panjang. Kita bakal melihat keindahan teluk Lampung dari ketinggian. Kita juga akan disodori kebun jati yang indah. Kali ini karena musim kemarau kering, setiap jalan pasti ada suara kemerisik renyah karena daun-daun kering yang terinjak. 

Keindahan lain muncul juga dari pemukiman warga yang sesekali kita jumpai dalam perjalanan. Gubuk kayu atau rumah sederhana khas warga bisa menjadi spot foto yang menarik.

Dan tentu saja keindahan itu dapat kita temukan lewat teman-teman seperjalanan. Kadang dalam hash ada orang-orang baru yang tak terduga, menjadi kisah menarik ketika mengambil perhatian lebih.