Sabtu, 13 Juni 2026 menjadi kesempatan bagus untuk naik gunung. Langit cerah, teman-teman muda yang ceria, semangat berkobar. Tapi siapa yang bisa menebak cuaca dan peristiwa-peristiwa yang dimunculkan oleh gunung? Kali ini Gunung Betung menjadi ruang paling memungkinkan untuk didaki, aku menikmati pendakian bersama dengan denmas Hendro, Albert, Dira dan Aldi. Jumlah 5 bukan jumlah yang tetap seperti cuaca cerah bukan jaminan berlangsung sepanjang hari.
![]() |
| Pintu rimba Gunung Betung |
Di basecamp, persiapan-persiapan seperti biasa membutuhkan waktu beberapa lama. Membayar tiket, parkir, memastikan barang-barang bawaan dicek, dihitung potensi sampah yang dibawa, juga meninggalkan barang-barang yang tidak perlu seperti baju ganti kering. Mulai dengan foto hingar bingar di start jalur pendakian, kami berjalan dengan semangat, sekitar pukul 09.00.
Dari antara kami berlima, Dira yang belum pernah mendaki gunung sebelumnya. Kami ledekin bahwa perjalanan ini bertujuan mengawal dia. Untuk pendakian ini dia sudah menyiapkan diri dengan jalan sekitar rumah, tapi rupanya tanjakan awal dari basecamp ke camp ground membuatnya shock berat. Setiap kali dia berhenti, baru beberapa langkah dia bilang capek. Bahkan sempat bilang,"Bu, aku ntar sampai camp ground aja ya." Aku tidak menggeleng dan tidak mengangguk. Hehehe... Lihat saja nanti. Toh akhirnya kami sampai di camp ground, aman, senyum-senyum, dan istirahat cukup lama.
Aku bilang sedikit mendesak ke Dira,"Kita naik, nanti setiap pos kita lihat akan terus naik atau kita berhenti." Dan Dira setuju usul itu. Aku pribadi sih ndak mau dia putus asa di pendakian pertama ini. Harus sampai puncak.
Itulah yang kami lakukan, terus berjalan, pelan, timik-timik, yang sebenarnya sesuai dengan ritme jalanku juga. Aku tak bisa jalan lebih cepat saat nanjak, juga tak bisa jalan cepat kalau terlalu curam. Hehehe... Setelah pos satu, tak ada keluhan apa pun dari Dira. Malah dia melaju ke paling depan, mendului aku yang udah ngap. Setelah pos dua jalur lebih parah lagi, dan hujannnn.... Huaaa... Tantangan pun bertambah. Syukurnya, Dira kayaknya suka air ya, jadi dia terus kita taruh paling depan, dan aku jauh lebih lambat ada di belakang ditemani pak Hendro. Dia sempat kram tapi setelah itu aman sampai puncak.
Setelah pos dua, rombongan kami beriringan dengan tiga gadis yang mempunyai ritme timik-timik juga. Dua diantara tiga gadis ini juga merupakan pendakian pertama mereka. Akhirnya sampai turun pun rombongan kami terus beriringan.
Selain hujan yang menyebabkan jalur licin, hujan juga membuat pacet-pacet berpesta pora. Terlebih mereka merasakan panas darah para pejalan di jalur-jalur rumah mereka. Huaaa... teriakan-teriakan kecil karena melihat makluk ini menempel di kaki, tangan, leher pun terdengar. Semprotan handsanitizer sangat membantu. Tahan geli sedikit, jangan ditarik, lalu pacet-pacet itu akan lepas sendiri.
Pacet melimpah di puncak Betung. Pas pula perut sudah lapar sekitar jam 12.45, kami sampai puncak Betung. Makan siang sambil mata waspada melihat sekitar jangan sampai pacet-pacet menempel, walau itu tidak mungkin. Mereka punya cara lebih cerdik untuk sampai ke kulit manusia dan menghisap darah. Hampir satu jam kami puas menikmati puncak, dengan makan dan foto-foto, kami pun turun.
Sekitar pukul 13.45, kami turun dengan mesti sangat super hati-hati karena jalanan licin, masih juga sesekali hujan gerimis. Tubuh basah kuyup, kotor karena lumpur, beberapa kali terpeleset jadi hal biasa. Dengan kondisi hujan jalan naik maupun turun sama saja beratnya bagiku. Sesekali kudu ngesot, jalan ndak lagi hanya pakai kaki, tapi pakai pantat, juga tangan. Uhui banget pokoknya.
Begitu sampai camp ground, rasanya legaaa banget. Kami nunggu rombongan yang tertinggal dengan nyemil setelah memeras kaos kaki, mengurangi basah sedikit. Sampai kembali di basecamp sudah pukul 05.00 sore. Ndak sabar berganti baju kering, melepas sepatu ganti sandal jepit, dan menikmati minuman hangat.
Apa komentar Dira? "Seruuu..."
Jadi ke gunung mana lagi minggu depan? Senyum ja dianyaaa....
.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)





