Saturday, May 16, 2026

PESTA BABI DI DAPUR HAJIMENA


 Akhir-akhir judul film Pesta Babi sering banget muncul di beranda medsosku. Pas libur Kamis lalu, kebetulan banget aku dapat link film ini dan bersama sekumpulan teman usai makan siang kami menontonnya sambil lalu. Nonton tidak terlalu fokus, tapi cukup serius dan beberapa komentar muncul spontan sepanjang pemutaran film.

1. Realita masyarakat Papua terpotret dalam film ini. Bagaimana mereka hidup, bagaimana mereka berelasi dalam sosial, ekonomi dan budaya dapat kita lihat.

2. Film ini menampakkan ancaman bagi hidup masyarakat yang berasal dari luar Papua. Mereka tidak dipahami dengan baik sehingga kekuatiran mereka terus berkembang, mungkin juga akan menjadi ketakutan atau kemarahan.

3. Masalah yang ada sangat kompleks. Aku tak tahu bagaimana masalah-masalah di Papua dapat diurai. Banyak pertanyaan muncul dalam pikiranku misalnya apakah mereka siap untuk mandiri dengan seluruh situasi kerusakan saat ini? Apakah mungkin pemerintah Indonesia mampu mengenali pintu masuk paling bijak untuk membangun Papua tanpa menjadikan mereka sebagai korban? Apakah Gereja bisa menjadi sahabat bagi masyarakat Papua alih-alih hanya bersuara idealis tanpa tindakan nyata yang berdampak signifikan?

4.  Film ini digarap dengan menampakkan keindahan manusia dan alam Papua yang cantik indah. Harusnya mereka menjadi abadi.

5. ... 

Friday, May 15, 2026

KI GADHING PAWUKIR SENO SAPUTRO, Dalang Muda Tempat Aku Melabuhkan Hati

 Ki Gadhing Pawukir merupakan anak laki-laki Ki Seno Nugroho, dalang legendaris pujaan hatiku yang sudah meninggal tahun 2020 lalu. Aku ingat saat mendengar kabar kematiannya, aku tak bisa menahan air mataku sepanjang malam. Gendhing Ladrang Gajah Seno yang mengiringi keberangkatan Ki Dalang waktu itu menjadi salah satu gendhing sakral di hatiku. Untuk beberapa waktu setelah kematian Ki Seno, aku ndak bisa menonton wayang. Padahal sebelumnya hampir setiap malam aku nonton wayang lewat youtube chanel Ki Seno Nugroho atau chanel lain yang memutarnya.

Beberapa bulan terakhir ini, aku kembali ke wayang dan mulai menikmati pementasan yang dilakukan oleh Ki Gadhing Pawukir, putra Ki Seno. Mulai melihat kembali di awal-awal pementasannya, dan mulai melihat ini anak asyik banget. Untuk orang muda semacam dia, kutambahkan apresiasi, salut sebesar yang ada di dalam hatiku. Jika dulu aku jatuh cinta pada bapaknya, kini pun pada Ki Gadhing aku melabuhkan hatiku.

 Gadhing masih sangat muda mungkin sekitar 20an tahun, entah menjelang atau lebih sedikit. Pokoknya masih sangat muda. Nanti kukoreksi kalau sudah menemukan datanya.

Penampilannya sudah semakin percaya diri. Dan yang membuatku anteng diam menontonnya, ada karakter suaranya yang sangat mirip dengan bapaknya. Gayanya sudah semakin santai. 

Misal yang terakhir kutonton di chanel Dalang Seno dua hari lalu dengan judul Sekar Pudak Tunjung Biru, streaming sampai aku menuliskan ini ditonton oleh 104 ribu viewers. Gadhing tampak menikmati pementasannya, terlihat dalam obrolan yang muncul di limbukan dan goro-goro. Gadhing juga menampakkan kegalauannya, kerendahan hatinya dengan menceritakan bagaimana proses kreatifnya bersama para senior yang dulu juga menemani bapaknya, bahkan sebagian sudah ikut terlibat bersama kakeknya Ki Suparman.

Beberapa hal yang kusukai dalam pementasan ini, adalah sebagai berikut:

1. Ki Gadhing sudah menampilkan karakter suara yang bahkan tak kutemukan pada beberapa dalang yang pernah kutonton. Ukurannya saat aku merem, aku bisa menandai bahwa tokoh yang sedang bersuara adalah tokoh yang berbeda. Gadhing mampu melakukannya.

2. Ki Gadhing menggunakan bahasa sederhana yang dulu juga digunakan oleh Ki Seno sehingga penonton atau pendengar mudah mengenali kisah-kisah yang ditampilkan.

3. Ki Gadhing mulai menggunakan rubrik atau babak untuk menampilkan guyonan. Ini perlu sekali untuk penonton masa kini yang tak punya kesabaran berjam-jam untuk menikmati wayang. Bisa monoton kalau tak diselingi guyonan.

4. Ki Gadhing masih melibatkan para senior, orang-orang bapaknya dengan penuh hormat. Dia akan menjadi dalang ampuh, dan sedang berproses untuk mencapainya. Love.

Wednesday, May 13, 2026

MLAMPAH ZIARAH LAMPUNG, Berjalan dan Ibadah

 Ide ini muncul di Lampung saat bertemu dengan Dokter Pieri dan Dokter Dono di Asilo saat joging pada suatu ketika di akhir bulan Februari 2026. Bu Pieri cerita kalau beliau baru saja mengikuti mlampah ziarah di Jawa, dan berpikir untuk membuat serupa di Lampung.

"Kita buat ya mbak."

Gasss... Pak Hendro yang juga di tempat sama, menanggapinya dengan antusias, langsung ngobrol dengan Pak Ambar yang juga pernah ikut kegiatan serupa di Jawa. Mereka berdua bersama dengan Pak Parman langsung merancang melakukan survey untuk melihat alternatif jalan. 


 Mlampah ziarah Lampung pertama mengambil rute Asilo - Gua Maria Gereja Way Kandis, diikuti oleh 22 orang. Jarak tempuh sekitar 8 km, semula dirancang untuk melewati jalan alternatif, pesawahan dan jalan kampung. Namun rencana itu batal, tak jadi lewat jalan yang sudah disurvey karena sehari sebelum hari H, hujan deras melanda Bandarlampung dan menyisakan banjir di beberapa lokasi termasuk lokasi yang akan dilewati. 

 

Mlampah ziarah Lampung kedua mengambil rute Asilo - atas bukit Panti Wreda Giri Nugraha, Sukadana Ham. Jarak tak sampai 8 km, tapi diwarnai tanjakan, turunan serta hawa segar perbukitan. Pemandangan bagus menjadi bonus pada mlampah ziarah 11 April 2026 ini. Diikuti 18 orang, semuanya menikmati dalam sukacita.


 Mlampah ziarah Lampung ketiga mengambil rute Asilo - Kapel Rumah Sakit Santa Anna pada 9 Mei 2026, sekitar 10 km. Diikuti 38 orang, perjalanan melewati jalan utama Bandarlampung. Sampai akhir peziarahan disambut para dokter dan suster rumah sakit.

Mlampah ziarah Lampung dilakukan setiap bulan sekali pada hari Sabtu yang dipilih. Peserta sudah mendaftar terlebih dahulu lewat kontak person, akan berkumpul pada jam 04.45. Kegiatan dimulai dengan pengantar singkat terkait rute yang akan dilalui dan beberapa catatan sesuai hasil survey. Pemanasan dilakukan sekitar 5 menit supaya tubuh siap untuk jalan. Pukul 05.00 diharapkan mlampah ziarah sudah start. Jika peserta sedikit, semua peserta berjalan dalam satu rombongan dengan leader di depan dan sweeper di belakang. Jika peserta banyak, akan dibagi dalam kelompok-kelompok untuk memastikan tidak ada peserta yang tercecer. 

Sementara waktu di masa perintisan, supporting sistem keselamatan dan keamanan dilakukan secara bersama dengan kesadaran seluruh peserta. Sebuah mobil disiapkan untuk menyertai jika dibutuhkan oleh peserta dalam kondisi darurat, tapi seluruh peserta harus bersiap sendiri untuk kebutuhan pribadi seperti minum, snack atau obat pribadi.

Di akhir peziarahan, seluruh rombongan akan berdoa rosario secara terpimpin sebelum pulang kembali ke Asilo atau rumah masing-masing dengan fasilitas sendiri. 


 

Sunday, May 10, 2026

Ghost in the Cell: Teror Hantu Kalimantan untuk Menghukum Koruptor!


Menonton film ini sungguh tak biasa. Aku memejamkan mata sekitar 30an% tayangannya! Ampunnn... Ini gabungan antara film action, horror, dan comedy tercampur secara bengis.

Okey, mulainya dari mengapa akhirnya aku menonton film yang tidak biasa ini. Mulanya adalah keisengan ibu dan anak. Niat awal mau belanja, tempat yang dipilih MBK, dan akhirnya nyelipnya:"Nonton sekalian yukk."

Dari antara beberapa film yang sedang tayang, film yang mencuat adalah Ghost in the Cell.  Awalnya aku ragu-ragu, tapi setelah 'rapat' dengan anak lanang akan membersamai nonton, film inilah yang bisa diterima. Keterangan film: comedy, horor. Tapiii... begitu nonton, ternyata... luar biasa.

Beberapa obrolan usai nonton, kami mengomentari beberapa hal:

1. Ini film serius banget. Serius horornya, serius comedynya, serius pula actionnya. Saat tayang bagian2 sadis, aku benar-benar ndak bisa menontonnya. Terlalu seram. Ngeri. Padahal ada beberapa pembunuhan yang tragis sadis ditampilkan dengan sangat ngeri dan sangat serius. Mayat-mayat ditampilkan dalam 'instalasi seni' menyeramkan. Bagian horornya sangat terasa, takut walau hantu yang diceritakan hanya wajah dari aktor yang akan mati dengan bentuk sederhana, eh tidak sederhana, tapi wajah dengan lubang-lubang. Lucunya juga lucu yang serius, setengah satir setengah sarkas, menjadi kritik sosial yang kuat.

2. Ternyata Aming itu aktor yang harus diperhitungkan. Itu komentar anak lanang. Dan senyatanya kami berdua belum pernah melihat dia bermain dalam suatu film atau drama atau lainnya. Aming juga aktor-aktor lain yang tampil, begitu berbeda. Aku sampai ragu setiap kali menandai itu siapa yang sedang main karena mereka benar-benar tampil bukan dirinya tapi semata tentang yang diperankan.

3. Aku suka apa yang dikisahkan dalam film ini dijadikan hukuman bagi terpidana korupsi. Biar mereka mendapatkan hukuman setimpal dari alam, dari arwah, dari entitas apa pun yang bisa memberikan hukuman sesuai perbuatan mereka dan menjadi contoh untuk tidak diulang orang lain yang berniat korupsi. Dikisahkan satu tokoh kunci dalam penjara ini menjadi sasaran 'arwah dari Kalimantan' karena dia sudah melakukan tindakan tidak adil, korupsi, merusak alam Kalimantan, bahkan saat dipenjara pun dia masih berkuasa dengan uang hasil korupsinya itu untuk enak-enakan di dalam sel. Padahal sel bagi napi lain begitu tidak manusiawinya. 

4. Kami ndak merasa rugi nonton film ini, walau sebagiannya aku tak mampu melihatnya. Keren.

 Film  Ghost in the Cell (2026) garapan sutradara Joko Anwar menampilkan aktor antara lain Abimana Aryasatya (Anggoro), Aming Sugandhi (Tokek), Tora Sudiro (Anton), Rio Dewanto, Lukman Sardi, Morgan Oey, Endy Arfian (Dimas), dan Kiki Narendra. Film ini juga dibintangi oleh Bront Palarae, Almanzo Konoralma, dan Marissa Anita.

Thursday, April 23, 2026

DIET GULA, MINYAK DAN KALIUM

 

Sayur bening oyong, pepes ikan, telur rebus. Ini menu sebelum diketahui kalium tinggi.

Menu sarapan. 


Susunan menu ini aku tuliskan untuk kepentingan ibuku yang baru saja dipasang ring di jantungnya. Ibu mempunyai komplikasi gula darah dan kalium yang tinggi. Ini ditulis berdasarkan rekomendasi ahli gizi RS SA Malang untuk digunakan oleh katering yang akan membantu ibu. Foto-foto di atas tidak mewakili tulisan ya. Itu menu yang pernah kumasak saat bisa menemani ibu.

Jadwal makan: 
1.    Makan pagi 6.30 (Nasi 7 sdm, protein 1 potong, sayur (min 2 jenis bahan 1 mangkok), minyak setengah sdm)
2.    Cemilan buah 9.30
3.    Makan siang 12.30 (nasi 10 sdm, protein 1 potong, sayur 1 mangkok, minyak 1 sdm)
4.    Cemilan buah 15.30
5.    Makan malam 18.30 (Makan pagi 6.30 (Nasi 7 sdm, protein 1 potong, sayur (min 2 jenis bahan 1 mangkok), minyak 1 sdm)
6.    Paling malam cemilan buah sebelum jam 21.30

Sama sekali tidak boleh:
1.    Segala jenis gula dan makanan yang ditambahi gula
2.    Makanan dan bumbu instan
3.    Pembatasan tepung/karbo, minyak, garam, rasa pedas, dst
4.    Sayur: kol, bayam, Nangka muda, bit, buncis, daun singkong, daun papaya
5.    Protein: kepiting, jeroan, kerrang, babi, kulit, dst
6.    Buah: sirsak, nanas, anggur, Nangka, pisang ambon/kepok, tomat merah

Usulan menu: buah beli sendiri, nasi masak sendiri

1.    Rabu, 8 April 2026
Makan pagi: tumis bihun oyong wortel, ayam suwir, telur ayam kampung rebus
Makan siang: bobor labu tauge (tanpa santan), pepes ikan (laut atau sungai segar), tumis tempe
Makan malam: sop sayur dan bakso daging, perkedel tahu dan jamur

2.    Kamis, 9 April 2026
Makan pagi: semur tahu dan daging sapi, tumis kangkong tauge
Makan siang: bening katuk dan wortel, ayam dan tahu bumbu kuning
Makan malam: ikan bakar (mas/nila), lalapan (selada, timun, sambel, rebusan sesuatu dst)

3.    Jumat, 10 April 2026
Makan pagi: tumis tahu, tauge dan kucai, ayam ungkep, telur rebus
Makan siang (di kantin rumah sakit) – cari ayam/ikan bakar, pepes/botok sesuatu (tanpa santan/kelapa), gado2 tanpa bumbu, dst. Bawa bekal labu kukus 
Makan malam: rawon labu dan daging sapi, tauge, tempe goreng (Teflon minim minyak)

4.    Sabtu, 11 April 2026
Makan pagi: sayur rebung dan kecipir, ayam bumbu merah
Makan siang: ikan gurami steam, sayur asem (labu, wortel, kacang kapri, kangkung, tauge kedele dst)


Thursday, March 26, 2026

GUNUNG PESAWARAN: NANJAAKKKK....

 Masih libur lebaran, sudah puas dengan ketupat opor rendang dan nastar, waktunya cari lokasi untuk olah raga olah jiwa. Gunung Pesawaran menjadi pilihan. Puncak Gunung Pesawaran ini merupakan salah satu puncak Gunung Betung, bisa diakses melalui Desa Sinar Harapan, Kedondong, Pesawaran.

Minggu, 22 Maret 2026, hari kedua lebaran, usai sarapan coto Makasar di rumah keluarga Om Kemal, kami mulai packing dan prepare untuk pendakian. Selain aku dan kangmas Hendro, ikut joint juga Arya, seorang muda yang sudah pernah ngobrol tentang mendaki bareng. 

Siang begitu sampai basecamp kami urusan dengan ijin, pembayaran dan menghitung logistik. Artinya menghitung sampah. Wah, ini pengalaman pertama naik gunung di Lampung ada urusan menghitung-hitung plastik bakal sampah yang kami bawa. Hitungan akhir dicatat, dan mereka mengingatkan: "Kami akan hitung lagi saat turun. Jika ada yang hilang, per item akan didenda Rp 10.000." Wuih, sesuatu yang penuh pengharapan. Setiap kali kami naik gunung, kami selalu dikecewakan dengan sampah yang terserak sepanjang rute maupun di puncak.

Harapan gunung yang bersih pun tercapai. Dibandingkan dengan semua gunung yang pernah kami daki, Puncak Pesawaran sangat bersih. Kami jadi lebih hati-hati memastikan sampah plastik tersimpan dengan aman di dalam ransel.

Yang di luar ekspektasi, aku mengira gunung setinggi 1662 mdpl ini akan menawarkan perjalanan yang santai. Ternyataaa... terjal saudara-saudari. Sejak pos 1 kami sudah ditawarkan dengan nanjak parah dibantu tali-tali untuk naik. Maka, 4 jam perjalanan sangat wajar walau kami sudah dibantu dengan ojek dari basecamp sampai pos bayangan sebelum camping ground.

Pilihan untuk tidak bakal nenda di camping ground sangatlah tepat. Tempatnya terlalu terbuka, sangat panas. Ransel berat pun setia ada di punggung demi nenda di puncak. Pilihan tepat, selalu tepat. Setelah tidur pules, bangun tidur di puncak akan memberikan bonus pemandangan keren entah saat cerah maupun saat berkabut.


Puncak Gunung Pesawaran 1662 mpdl

 
Salah satu sisi di puncak untuk ngecamp.

  
 
Camping ground yang super panas

Ambil nafas di camping ground

Semalam di puncak

Spot foto favorit di puncak

 

Umek dulu sebelum pose
Salah satu tempat rehat

Ngopi di pos 2



Tuesday, February 10, 2026

Puisi Yuli Nugrahani:

 FAJAR

Keheningan menemani setetes embun yang bergelanyut di ujung daun pepaya.
Penantian singkat menjelang fajar usai hujan semalaman.
Setelah itu, dia akan jatuh terserap ke tanah, atau menguap lesap oleh cuaca.
Tapi dari sedikit yang sempat melihat, pastilah tahu, 
setetes embun adalah kerjap cahaya, adalah lintas sunya.
Tanpa suara, pun adalah nada. 

 

SENJA 

Senja beradu sepasang mata tupai
mengerjap di simpang jalan.
Sunyiku jadi sunya
Hadirku menjelma hampa.

Tembakan di sudut pendengaran
sebutir sukma mengeriput ketakutan.
Aku tak mau membencimu
merengkuhmu bagai duri di dada
Namamu  serupa sengal nafas
Tak bisa kulepas
Tak juga jadi hias