Menonton film ini sungguh tak biasa. Aku memejamkan mata sekitar 30an% tayangannya! Ampunnn... Ini gabungan antara film action, horror, dan comedy tercampur secara bengis.
Okey, mulainya dari mengapa akhirnya aku menonton film yang tidak biasa ini. Mulanya adalah keisengan ibu dan anak. Niat awal mau belanja, tempat yang dipilih MBK, dan akhirnya nyelipnya:"Nonton sekalian yukk."
Dari antara beberapa film yang sedang tayang, film yang mencuat adalah Ghost in the Cell. Awalnya aku ragu-ragu, tapi setelah 'rapat' dengan anak lanang akan membersamai nonton, film inilah yang bisa diterima. Keterangan film: comedy, horor. Tapiii... begitu nonton, ternyata... luar biasa.
Beberapa obrolan usai nonton, kami mengomentari beberapa hal:
1. Ini film serius banget. Serius horornya, serius comedynya, serius pula actionnya. Saat tayang bagian2 sadis, aku benar-benar ndak bisa menontonnya. Terlalu seram. Ngeri. Padahal ada beberapa pembunuhan yang tragis sadis ditampilkan dengan sangat ngeri dan sangat serius. Mayat-mayat ditampilkan dalam 'instalasi seni' menyeramkan. Bagian horornya sangat terasa, takut walau hantu yang diceritakan hanya wajah dari aktor yang akan mati dengan bentuk sederhana, eh tidak sederhana, tapi wajah dengan lubang-lubang. Lucunya juga lucu yang serius, setengah satir setengah sarkas, menjadi kritik sosial yang kuat.
2. Ternyata Aming itu aktor yang harus diperhitungkan. Itu komentar anak lanang. Dan senyatanya kami berdua belum pernah melihat dia bermain dalam suatu film atau drama atau lainnya. Aming juga aktor-aktor lain yang tampil, begitu berbeda. Aku sampai ragu setiap kali menandai itu siapa yang sedang main karena mereka benar-benar tampil bukan dirinya tapi semata tentang yang diperankan.
3. Aku suka apa yang dikisahkan dalam film ini dijadikan hukuman bagi terpidana korupsi. Biar mereka mendapatkan hukuman setimpal dari alam, dari arwah, dari entitas apa pun yang bisa memberikan hukuman sesuai perbuatan mereka dan menjadi contoh untuk tidak diulang orang lain yang berniat korupsi. Dikisahkan satu tokoh kunci dalam penjara ini menjadi sasaran 'arwah dari Kalimantan' karena dia sudah melakukan tindakan tidak adil, korupsi, merusak alam Kalimantan, bahkan saat dipenjara pun dia masih berkuasa dengan uang hasil korupsinya itu untuk enak-enakan di dalam sel. Padahal sel bagi napi lain begitu tidak manusiawinya.
4. Kami ndak merasa rugi nonton film ini, walau sebagiannya aku tak mampu melihatnya. Keren.
Film Ghost in the Cell (2026) garapan sutradara Joko Anwar menampilkan aktor antara lain Abimana Aryasatya (Anggoro), Aming Sugandhi (Tokek), Tora Sudiro (Anton), Rio Dewanto, Lukman Sardi, Morgan Oey, Endy Arfian (Dimas), dan Kiki Narendra. Film ini juga dibintangi oleh Bront Palarae, Almanzo Konoralma, dan Marissa Anita.


.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)


.jpeg)


















