Thursday, July 23, 2026

Punya Presiden Pikun itu Sama Sekali Tidak Keren

  Penyebab Orang Pikun, Ilmuwan Temukan Cara Ampuh Mengatasinya

Klik di Google, dikatakan Pikun (demensia) bukanlah bagian normal dari penuaan. Ciri utamanya meliputi: penurunan daya ingat yang mengganggu aktivitas sehari-hari (seperti sering mengulang pertanyaan yang sama), disorientasi waktu dan tempat (sering tersesat di tempat yang dikenal), kesulitan melakukan tugas rutin, menaruh barang sembarangan, dan perubahan suasana hati yang drastis.

Ini artinya, sebenarnya orang bisa saja tua atau menjadi tua tanpa mengalami demensia atau kepikunan.

1. Mudah lupa

Penurunan daya ingat bahkan hal yang paling sederhana. Hitungan yang sederhana pun lupa. Prabowo menampakkannya beberapa kali. 10 + 6 hasilnya jadi 17. "Saya diberitahu bahwa hari ini adalah hari ulang tahun HIPMI tanggal 10 Juni 2026 ya. Kalau dijumlahkan angkanya ini angka baik, 10 Juni, Juni kan bulan ke-6 ya. Jadi kalau 10 + 6 itu kan 17 ya kan. Satu sama tujuh (sama dengan) 8. Belum selesai, 2026 jumlahnya 10 ya. Oh ya okelah. Bukan, 10," ujar Prabowo dalam pidatonya di Munas HIPMI, Lampung.

2. Sering salah waktu atau tempat 

Point pertama tadi sudah menandakan dia sering salah untuk hal-hal sepele. Mengira dia ada di mana padahal di mana. Di tengah masa buruh dia bicara tentang MBG bahkan menanyakan ke publik. "Saya bertanya kepada saudara-saudara, MBG bermanfaat atau tidak? MBG itu sangat penting untuk anak-anak kita," kata Prabowo dalam acara Hari Buruh Internasional di Lapangan Monas, Jakarta. Dia mengira lautan massa itu orang-orang dekatnya saja, padahal tak dikenalnya. Sehingga dia menafikan jawaban yang muncul dari pertanyaan itu. Pokoke kudu MBG. Aihdah. 

3. Berubah-ubah sesuai mood atau pikiran sesaat

Saat tertentu dia akan bicara seolah-olah pro rakyat, tapi dalam tindakan dia sesat logika. Pernah presiden mengatakan tentang MBG:  “Saya akan bertahan sedapat mungkin. Daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan. Anda enggak lihat anak-anak yang stunting? Saya lihat. Saya kampanye sekian kali, saya di desa-desa, saya lihat. Umurmu berapa? 11 tahun. Badannya anak 4 tahun. Saya aku yakin saya berada di jalan yang benar. Uang kita ada.” Lah, justru itu tugasmu, pakkk... Uang rakyat tak boleh dikorupsi, harus dijaga supaya bisa digunakan sesuai prioritas.

4. Buruk dalam mengambil keputusan

Jika sudah memutuskan, pokoknya itulah yang harus dilakukan. Tak ada pertimbangan yang baik dan logis. Hasil evaluasi yang obyektif tak digubris bahkan dianggap sebagai ancaman. Ini mengerikan. Prabowo menganggap omongan tentang fakta sebagai serangan baginya.  Eh, hal lain keputusan MBG dan KMP itu bukti nyata juga. Yang diomongin kayak omongan orang-orang lansia pikun itulah.

5. Dst.

Ngliatnya kayak udah cenunukan gitu lho, cara ngomong dan cara jalan udah seperti lansia sepuh. Konon hidup yang kesepian meningkatkan resiko terkena pikun. Nah, untuk negeri kita yang masih punya PR sosial politik budaya, mempunyai presiden dengan beberapa pertanda pikun, itu sama sekali tidak keren. Huh.

Wednesday, July 22, 2026

Ndak Jadi Nulis tentang Prabowo, Nulis Singkong Saja

 

Dari setahun lebih yang lalu, aku risau dengan situasi negeri kita, sama kayak banyak orang. Di medsos atau media massa banyak video pendek berseliweran memunculkan presiden (atau wakil presiden), dan seluruh komentar yang tak ada bagusnya. Kalau pun komentar positif terhadap mereka, pasti itu membuat jengkel. Anehnya, hmmm... sewajarnya, kalau muncul kelebat mereka, aku otomatis langsung scroll. Tak tahan mendengar kedunguan eh apalah itu. Sungguh tak tahan.

Penginku, niatku, menulis agak panjang lah tentang kerisauan ini. Tapi untuk mendapatkan bahan otentik aku harus bertahan untuk mendengarkan sekali atau dua kali event si bapak itu pidato atau bicara. Gustiii, sungguh aku tak tahan. Sedetik dua detik, masuk detik ke sekian, tekanan darahku pasti sudah naik dan detak jantung meningkat. Aku tak bisa. Jadi ya sudahlah, kali ini tak usah nulis sok politik tentang presiden atau wakil presiden. Nulis resep singkong sajalah.

Bahan: singkong dikupas, potong sesuai selera, dan cuci bersih beberapa kali.

Bumbu: ulek bawang putih, ketumbar, kunyit dan garam.

Proses memasak: campur seluruh bumbu ulek dengan sedikit air, aduk bersama dengan singkong yang sudah bersih. Marinasi sekitar 15 menit biar bumbu meresap. Ungkep sekitar 15 menit, jangan terlalu lama Hanya sampai empuk saja, cek menggunakan garpu. Untuk yang sedang diet minyak, singkong ungkep ini sudah siap disantap. Jika mau lebih gurih usai ditiriskan, goreng dengan minyak panas yang banyak sampai berwarna kekuningan. 

Selamat menikmati. 

Sunday, July 19, 2026

Hampir Berantem Gara-gara Power Bank


Baru saja berbaring, buka HP, mencoba meluruskan pinggang yang sudah sejak pagi belum berbaring karena jadwal pengawasan koperasi dan lanjut mengisi materi kursus dasar koperasi di Mekar Sai, suami menanyakan di mana power bank kusimpan. Power bank termasuk benda yang krusial bagi kami yang suka perjalanan bahkan ke tempat yang tak ada akses listrik misalnya saat hiking atau mendaki gunung. Maka, power bank harus selalu siap sedia. Kami punya tiga power bank, hijau, putih dan hitam. Yang hijau udah agak soak karena lama. Yang putih dibawa si sulung sejak dia kembali ke Lampung. Yang hitam ini jadi andalan untuk harian yang membutuhkan. Kalau jalan agak lama dari rumah, ketiganya masih kami bawa.

"Power bank item ke mana?"

Aku mendongak dikit, tanpa bergerak dari kasur. "Kan dari dua minggu lalu kucari ndak nemuin. Inget kan saat aku tanya power bank pas mau seharian kerja usai lapah jiarah sabtu itu."

Dia langsung mbongkar tas, laci, seisi kamar. Ndak nemuin. Iyalah, dua minggu lalu aku sempat nyari juga ndak nemu. Wajah bete suami bertambah setelah dia nyari di meja kerjanya, di ruang tamu, tas-tas lain tetap ndak nemuin itu barang.

Saking bunyi brak brek brok si suami yang lagi nyari, aku akhirnya bangun lagi dengan sedikit jengkel. Kemarin saat aku nyari power bank, hanya njawab ndak tahu, ndak ikut nyari. Padahal itu aku jelas butuh banget menggunakan power bank. Ini malah gedubrak gedubruk.

Aku mengulang menyari di semua tas, laci, kamar, tapi begitulah saudara-saudari, power bank itu ndak ketemu juga.

Udah menjelang jam 23.00, suami udah menyerah. Sambil sedikit menggerutu, dia mulai berbaring. Saat kami berdua berbaring, aku bilang dengan lembut.

"Kayaknya waktu itu aku sempat membawa power bank itu di kamar baju, pas mau seterika. Apa terselip di antara baju-baju yang di keranjang ya?"

Mendengar itu, suami bangun lagi. Hehehe... rupanya masih penasaran dia. Maka dia ke kamar belakang, sambil kuteriakin: "Minta bantuan santo Antonius!" Aku pun ikut berdoa sambil berbaring, "Santo Antonius, doakan kami. Bantu menemukan power bank."

Butuh waktu lama suami di kamar belakang. Pasti dia memindahkan baju yang belum diseterika satu per satu dengan harapan power bank itu terselip di sana. Tapi sampai beberapa menit kemudian dia kembali ke kamar dengan wajah lebih putus asa. Tanpa suara. 

Di dekat pintu sambil menutup pintu pelan-pelan tangannya iseng meraih dompet merah hati yang ada dekat kotak alat dandan. Dan, itulahhh... power bank itu ada di sana! Huaaa.... Padahal dompet itu ada di situ sejak dua minggu lalu, tak ditutup, bahkan aku memindahkan beberapa kali saat kerja di meja yang sama. Kok ndak ngecek, kok ndak nglihat, kenapa lhooo, ndak krasa beratnya power bank. Oalahhh... Untunglah, terimakasih Tuhan, terimakasih Santo Antonius. Aku pun dikucel-kucel dengan sukses.

"Iya juga, dompet itu aku bawa saat ke warung Paula Geprek saat itu sambil ngecas. Jadi kuambil hp dan kabelnya aja tapi power bank tertinggl di situ."

Untunglah, malam itu semua bisa tidur pulas. Besok paginya suami bisa ke Lubuk Helau dengan tak perlu kuatir kehabisan baterai hp. Aku pun pulas tak lagi merasa bersalah karena memang aku yang terakhir membawa power bank itu ke mana-mana. 

 

Monday, July 13, 2026

Lapah Jiarah Lampung 5: Menggapai Puncak Iman

 

Ke 5 kalinya Lapah Jiarah dilakukan di Lampung, Sabtu 11 Juli 2026. Ohya, mulai dari bulan lalu nama yang dipakai tidak lagi Mlampah Ziarah ya. Alasannya, pertama karena menghindari hal yang tidak diperlukan karena rupanya Mlampah Ziarah sudah menjadi nama paten komunitas di Yogyakarta. Alasan kedua, supaya lebih membumi dengan Lampung yang memang menjadi tempat kami tinggal.

Lapah Jiarah diambil dari bahasa Lampung artinya jalan ziarah. Lampung tidak mengenal huruf z jadi yang digunakan adalah j. Sumbernya dari sahabatku Udo Z. Karzi yang menjadi tempat konsultasi urusan-urusan ini. Nerima nihan, ya Udo. Jika ada kesalahan dalam istilah ini, koreksi ya.

Lapah Jiarah ke 5 ini dilakukan dari Asilo ke Kapel Rumah Uskup di jalan Cendana, Pahoman. Menempuh jarak sekitar 8 km, kami melakukannya sekitar 2 jam. Yang ikut dalam peziarahan 38 orang, seperti biasa dari berbagai kalangan. Sebagian dari kami sudah saling kenal, sebagian lain belum. Inilah asyiknya ikut Lapah Jiarah karena kita tidak hanya berkembang secara personal tapi berkembang secara komunal lewat perjalanan bersama.

Yang istimewa dalam perjalanan ini, pada akhir peziarahan kami dapat menikmati ekaristi bersama Rm. Aris di Kapel Rumah Uskup. Ini sangat istimewa. Biasanya kami menutup perjalanan dengan doa rosario bersama, langsung berpencar pulang atau kembali ke Asilo. Kali ini kami berkumpul dalam energi Tuhan sendiri dalam ekaristi kudus. Aku bilang ini menggapai puncak iman, karena dalam Katolik, ekaristi kuyakini sebagai sumber sekaligus puncak iman. 

Romo Aris  mengukuhkan kami lewat bacaan hari itu untuk tidak takut. Tidak takut pada penilaian orang lain. Tidak takut terus berbuat baik. Hmmm... lupa sih detil-detilnya. Tapi intine Rm. Aris menguatkan kami semua untuk tidak takut dalam kebaikan dan kebenaran. Kalau yakin baik dan benar, maka jangan takut.

Hari Sabtu itu juga jadi hari istimewa karena Bu Yuswita berulang tahun. Maka menjadi perayaan iman sekaligus jasmani secara konkret. Pesta bubur kacang ijo yang dimasak penuh kasih oleh Sr. Mariana HK. Aku yakin kita semua pulang dengan hati jiwa yang berkobar. 

 



Tulisan menyusul...

Friday, July 10, 2026

Akrobat Dengan Emas (2): Toko Emas Merlin

 

 Jika mau membaca ini, baik juga membaca dulu tulisan yang ada kaitannya di sini tentang tema yang serupa tentang logam mulia (LM), emas dan jual beli emas. Ada satu toko emas yang menjadi langgananku dalam dua tahun terakhir ini, yaitu toko emas Merlin di Jalan Teuku Umar, Kedaton. Toko ini menjadi pilihan bagiku karena lokasinya tiap hari kulewati saat beraktifitas. Posisinya di sebelah kiri, sehingga saat aku berangkat kerja pasti mudah banget untuk mampir. 

Awalnya dulu aku mulai ke sini secara random nyari di google maps, toko emas yang terdekat dan bisa terjangkau karena mau jual LM. Catetan, jual LM itu pilihan yang berat bagiku. Pilihan pertama jika ada kebutuhan darurat dan akan melibatkan LM, aku sebenarnya lebih suka menggadaikannya di Pegadaian. Ini jurus yang tepat karena aku tak akan kehilangan aset. Tapi konsekwensinya, aku harus mempersiapkan pembayaran untuk bunganya pada 4 bulan sekali. Karena waktu itu gak berat jika aku harus menyisihkan bunga untuk itu, maka dengan berat hati aku menjualnya.

Pilihan ke toko emas Merlin selain karena akses yang mudah, aku lihat di review google map untuk tempat ini sangat baik. Dapat bintang 4,8 dari lebih 100 ulasan. Ulasannya sangat bagus terkait dengan layanan yang baik, harga yang jujur dan tinggi dibanding tempat lain untuk buy back, proses yang cepat dan transparan, tempat yang nyaman termasuk parkirnya, dan sebagainya. Bisa cek langsung di goole untuk membacanya.

Maka aku mencobanya untuk LM yang akan aku jual. Ulasan pujian itu terbukti, aku masih  mendapatkan harga yang baik untuk LM yang kujual (walau kemudian, seperti kuduga, aku menyesal karena sudah menjualnya karena di bulan-bulan berikutnya harga emas naik).

Itu betul, guys, kalau kita sudah menjual LM jangan harap kita bisa membeli LM lagi dengan harga yang sama. Susah. Aku mulai beli LM saat harga LM masih sekitar 350 ribu rupiah per gramnya. Tiap tahun, walau sangat dinamis hingga saat ini, LM pernah mencapai 3,1 juta rupiah per gramnya. Sekarang sedang agak turun harganya, untuk antam tadi mencapi 2,85 juta rupiah per gram, tapi tetap saja lebih tinggi dari saat aku membeli tahun lalu.

Toko emas lain yang pernah kudatangi adalah sekitar Pasar Tengah dan Bambu Kuning. Tapi suasana tokonya kurang nyaman. Mungkin karena terlalu ramai dengan banyak orang lalu lalang di depan toko ya. Jadi aku sangat jarang ke sana.

Tempat transaksi emas lain yang kupercaya adalah pegadaian. Jika ingin membeli LM secara cicilan, pegadaian bisa menjadi pilihan. Tahun lalu aku dan teman-teman kantor pernah membuat arisan LM hanya 1 gram galery 24. Harga per gramnya 1,6 juta rupiah. Saat kami selesai arisan 12 bulan kemudian, harga LM galery 24 sudah mencapai 2,6 juta rupiah per gramnya, ada margin sekitar 1 juta rupiah.

Karena itulah, berurusan dengan emas selalu menyenangkan sebagai bagian dari akrobat keuangan, tentu saja dengan tidak bisa lepas dari bank, pegadaian dan koperasi kredit. Sangat menguntungkan. 

Thursday, July 09, 2026

Akrobat Dengan Emas (1): Pusat Emas Lampung

 

Kemarin aku iseng membawa anting-anting emas yang kumiliki ke Pusat Emas Lampung. Niat awalnya mau menukarkan perhiasan emas ini dengan logam mulia (LM). Niat itu kandas karena...:

1. Dua anting ini dicek manual dulu. Di Pusat Emas untuk cek emas maksimal yang bisa dilayani adalah dua item. Aku sebenarnya membawa juga beberapa anting lain yang tinggal satu, sedang pasangannya udah hilang. Mbak Wulan yang melayaniku menunjukkan kode yang tertulis pada bagian dalam anting. Yang satu kode 750 artinya 18 karat, sedang yang satunya lagi 700 atau  17 karat. Aku ndak pernah tahu kalau ternyata di bagian dalam anting itu memang ada kode yang dimaksud.

2. Dua anting ditimbang satu per satu. Keduanya dicatat pada carik kertas, yang satu 2,2 gram sedang satunya lagi 2,47 gram. Aku perhatikan sebelum menimbang anting, alat timbang pasti ditera dulu. Dipastikan pada angka nol.

3. Anting itu per item dimasukkan dalam kotak untuk cek secara digital. Layar lebar di depanku menunjukkan kandungan logam pada dua anting itu. Salah satu dari anting itu dikatakan murni, dan stabil karatnya. Sedang yang satu lagi, tidak stabil karatnya saat digeser ke bagian-bagian tertentu secara teliti.

4. Mbak Wulan menjelaskan kalau mereka tak bisa membeli perhiasan emas dengan karat yang tidak stabil apalagi dari alat uji diketahui anting itu mengandung logam lain yang tidak biasa. Maka, kalau mau menjual hanya salah satu anting itu yang akan diterima. Harganya sekitar 3 juta rupiah, tapi masih akan dipotong sejumlah rupiah karena ada mata beling yang terpasang di anting itu. Jika setuju, dia akan membuat hitungan detilnya berdasar sistem yang digunakan.

5. Dijelaskan lebih lanjut kalau mau membeli LM di tempat itu, minimal yang bisa dilayani 10 gram. Tidak harus satu keping, boleh beberapa keping tapi totalnya minimal 10 gram. Haiyaahhh... 

Jadinya aku malah ragu-ragu. Dengan penjualan itu paling aku hanya akan mendapatkan 1 gram LM. Dan 1 gram tak akan mungkin kudapatkan di Pusat Emas, gimana harus menambahi duitnya untuk sampai 10 gram coba. Lebih baik jika kutunda saja dulu. Mungkin nanti bisa kujual ke toko emas dengan harga yang lebih baik dan terjual keduanya. Jadi 

Presidennn... oh Presiden...

Kali inilah saat paling menyedihkan diriku ini sebagai warga negara Indonesia. Sungguh aku cinta mati pada Indonesia, sampai mati juga akan tinggal di negeri ini. Tapi sungguh, sungguh, aku tidak bisa bangga sama sekali dengan presiden Indonesia saat ini. Aku tak menemukan satu alasan pun yang bisa membuatku bangga. Duluuu, dengan presiden-presiden terdahulu, aku masih bisa menemukan satu dua, sedikit banyak alasan untuk berbangga pada tiap-tiap presiden di tengah kekecewaanku pada kebijakan mereka. Yang satu ini, saat ini, ampunnn...  Duhhh...

Dalam tulisan ini aku akan mencatat bagian yang kubayangkan tentang seorang pemimpin.

1. Secara Fisik

Prabowo Subianto Bantah Dikabarkan Sakit: Itu Hoaks 

Ini sebenarnya ukuran yang seringkali kuabaikan, tapi bagian ini juga yang paling mudah dilihat di bagian awal, paling bisa ditandai. Secara fisik, presiden kita bukan manusia dengan tubuh ideal. Ukuran standar tubuh ideal, yang sering disetarakan juga dengan ukuran kesehatan adalah membandingkan berat dan tinggi badan. Nooo, aku bukan orang yang biasa memberikan stempel jelek pada orang yang over weight atau under weight, tapi perbandingan berat dan tinggi badan ini biasa banget kita gunakan untuk menjadi manusia yang sehat. Dengan sekali pandang saja kita bisa melihat bapak presiden kelebihan berat badan, dan pasti ada potensi penyakit di dalamnya. Puji Tuhan kabar kabur isu gosip tentang sakitnya beliau tak pernah di acc pihak istana. Selalu hal itu dikatakan hoaks.

2. Secara Umur

 Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto genap berusia ...

Jauhhh dunggg... Aku nih di banyak kesempatanku yang sempit sekitar-sekitar sini selalu menyuarakan kepemimpinan orang muda. Umur produktif yang diakui oleh WHO adalah rentang usia 15 - 64 tahun. Presiden kita udah sangat lanjut. Mungkin tidak pikun tapi usia di atas 70 tahun pastilah sudah surut soal ingatan, soal penambahan wawasan, soal emosional, soal apa pun. Untungnya wakil presiden masih muda, tapi ... hmmm... tentang ini aku tulis di tempat beda saja. Ada banyak hal yang bikin gumuzzz untuk wakil presiden ini.

3. Secara Prestasi

 Hmmm... apa ya prestasi presiden kita nih? Sebelum jadi presiden, kalau cek di google ada dua fase. Prestasi di militer dan di dunia politik. Keduanya sama sekali bukan prestasi yang 'membuat damai'. Setelah jadi presiden... hmmm.... aku tak bisa menyebut program-program yang ada sebagai prestasi. Aku terdampak dirugikan karena program-program itu. Misal dalam Puspa Provinsi Lampung, tak ada dana apa pun sebagai support karena efisiensi. Tapi, jumlah menteri dan wakil menteri yang banyak, perjalanan ke luar negeri, dan seterusnya sama sekali bukan contoh baik untuk efisiensi. Sebagai penggiat koperasi, apa yang kubisa katakan kalau malah yang dibentuk adalah koperasi yang tidak menggunakan prinsip koperasi yang sejak aku sekolah dulu mesti dari oleh untuk anggota. Duh. Program MBG, apa dampak nyata bagi masyarakat Indonesia? Kenapa tidak menyasar pertama-tama ke daerah-daerah pelosok dengan angka stunting tinggi? Malah yang muncul kasus-kasus.

4. Secara ... 

  

Tuesday, July 07, 2026

Lampung Hash (LHHH 1167): Rute Favorit Sekitar Citra Garden


Salah satu rute menyenangkan ya ini nih. Meet point di halaman perumahan Citra Garden, lalu menyeberang, menuruni jalan setapak ke arah kiri, memintas kebun-kebun warga, dengan jalan teduh naik turun cukup seimbang. Apalagi cuaca cerah tanpa hujan sehari sebelumnya, rute ini sangat menyenangkan. 

Hiking hash kali ini diikuti tidak banyak orang karena sebagian orang yang suka lari ikut Bayangkara Run yang dilakukan bersamaan di hari Minggu 5 Juli 2026 ini dengan start yang hampir bersamaan. Aku sendiri berangkat dengan semangat karena sudah lama tidak mengikuti hash. Walau kadang-kadang kapok jika ikut hash pas dapat rute yang bikin ngap, tapi selalu saja kangen untuk ikut lagi dan tidak pernah pengin keluar dari keanggotaan Lampung Hash.

Lewat dari jam 07.00 pagi, seperti biasa usai foto bersama, kami start dari halaman Citra Garden. Aku memilih berada di posisi depan biar tidak tertinggal dari rombongan. Walau nanti sebelum setengah jalan aku pasti akan tersalip oleh banyak orang, aku tak masalah. Pentng aku tetep pada ritme yang ajek. Rute seperti sekitar Citra Garden ini salah satu yang bisa membuatku jalan secara ajek, kecepatan tetap. 

Bergantian naik dan turun secara asyik, tetap berada di jalan setapak yang dilindungi pohon-pohon kebun. Malah di beberapa tempat, kebun itu masih dibiarkan rindang serupa hutan walau aku sepertinya meyakini tanah-tanah yang aku lalui itu berada dalam garapan warga yang tinggal di sekitar wilayah itu. Tandanya, beberapa kali kami berpapasan dengan warga yang sedang merawat kebun atau panen. Sebagian jalan yang kami lewati juga menampakkan jejak ban motor yang cukup dalam. Hmmm.... pasti bukan perkara mudah untuk nyetir motor di track seperti itu.

Aku sampai kembali di lokasi start pada pukul 10-an. Dari Strava aku melihat jarak yang kutempuh 8,9 km, memakan waktu sekitar 2,5 jam, dengan jumlah langkah 14.080. Cuaca cerah, panas membuat mudah haus. Minum tetap kuajekin meneguk minum setiap 30 menit sekali, tapi kali ini dengan jumlah teguk yang lebih banyak. Lebih dari satu botol minum ukuran 650 ml dibutuhkan untuk perjalanan riang gembira sehat ini.

Onnn... onnn.... 


 



PEKSIMIDA LAMPUNG 2026: Menulis Cerpen sebagai Upaya Menyebarkan Kekayaan Lampung

 Pengalaman menarik seperti ingin aku ingat dengan lebih akurat suatu saat nanti. Kemarin Sabtu, 4 Juli 2026, aku diminta menjadi ketua dewan juri lomba menulis cerpen untuk Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Provinsi Lampung untuk tangkai lomba menulis cerpen. Seingetku duluuu sekali aku pernah menjadi juri lomba serupa bertempat di Universitas Lampung. Kali ini tiga tangkai lomba diadakan di Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) Bandarlampung, yaitu penulisan cerpen, puisi dan naskah lakon.

Untuk cerpen kami tiga juri yaitu aku, Yohana Shera dan Fadilla Hanum sudah merancang tema yang umum tapi khas Lampung, yaitu Menulis Lampung: Alam, Budaya dan Masyarakatnya. Kami ingin melihat sejauh mana mahasiswa dari berbagai kampus di Lampung ini mengenali Lampung, mencintainya dan menggalinya sebagai ide cerita pendek. Terserah kekayaan alam, budaya dan masyarakat Lampung ini diletakkan dalam cerita, mau ditaruh dalam tokoh, alur, latar tempat/waktu dan sebagainya. 

Ada 12 peserta yang ikut dalam lomba ini. Mereka baru mendapatkan rumusan tema saat lomba akan dimulai, dan cerpen harus ditulis di tempat lomba selama tiga jam. 

Bagiku, dan juga diacc oleh juri lain, mahasiswa Lampung punya potensi besar untuk mengembangkan kemampuannya. Maka kami mengapresiasi kerja mereka, yang dalam waktu sangat singkat hanya tiga jam mampu menyusun cerita pendek yang sebagian di antaranya sangat indah dan utuh.

Saat lomba berlangsung

Aku sendiri membuat beberapa catatan khusus:

1. Cerpen yang aku nilai, apa pun yang harus diminta oleh panitia untuk dinilai akan kulihat unsur-unsur berikut, yaitu tokoh yang detil dengan protogonis dan antagonis, alur yang dimulai dengan pengenalan, konflik dan penyelesaian, latar waktu dan tempat yang menampakkan kejelasan, pengolahan tema yang kreatif, dan terakhir sudut pandang yang digunakan.

2. Dari 5 unsur di nomor satu tadi,  aku akan melihat bungkusnya. Karena ini adalah cerpen bahasa Indonesia maka peserta harus menguasai bahasa Indonesia  dengan baik. Kaidah-kaidah umum dalam bahasa Indonesia harus mereka kuasai terlebih lomba ini dilakukan dengan fasilitas alat ketik komputer yang memungkinkan mereka melakukan editing. Dalam suatu masa dulu, lomba cerpen dilakukan dengan tulis tangan yang pasti akan lebih rumit dan lama untuk proses editingnya.

3. Karena lomba ini akan memilih pemenang untuk dikirimkan ke tingkat nasional, latihan atau pembekalan lanjut mutlak dilakukan. Persiapan yang cukup perlu diberikan kepada peserta sehingga mereka menjadi lebih siap untuk beradu dengan peserta dari daerah lain. Latihan, latihan, latihan... Membaca, membaca, membaca...

Juri menulis cerpen bersama panitia

  
Juri menulis cerpen dan puisi bersama panitia UTI

Juri dan juara lomba menulis cerpen