Sesekali makan mi instan ya boleh saja. Ini mi rebus dijadikan mi nyemek, air dikit saja, bumbu dikurangi, ditambah telur setengah mateng (memasukkan telur tidak dari awal) dan irisan daun dan batang selederi. Rasa yang paling kusuka adalah rasa yang ringan, seperti rasa kaldu ayam atau rasa ayam bawang.
Kapan mi instan boleh dimakan? Pokoke ndak sering-sering. Sebulan dua atau tiga kali makan mi instan masih tak masalah bagi tubuhku. Itu pun aku atur, sebelum dan sesudah makan mi ini, aku sudah mengurangi nasi atau sama sekali tidak makan nasi. Jadi perut tidak begah terlalu penuh.
Aku termasuk yang meyakini mi instan termasuk makanan enak, tidak berbahaya, boleh-boleh saja. Tapi memang tak ada gizi kalau tidak diberi tambahan bahan lain. Paling mudah dan lebih enak ya ditambah telor langsung, atau telur rebus. Juga menjadi lebih sehat kalau ditambah sayuran. Maka menanam kangkung, selederi dan sawi di sekitar rumah menjadi bagian yang bisa dipilih untuk mendapatkan mi instan sebagai makanan yang agak sehat mengandung nutrisi berguna. Enak lagi kalau ada suwiran ayam atau bakso.
Usai makan mi instan, yang paling cocok adalah minum teh tawar panas. Lalu aktifitas dulu sebentar, mungkin jalan kaki sekitar rumah 10 - 15 menit, atau karaokean sambil joget-joget. Jangan terlalu mepet dengan jam tidur.
Kapan mi instan terakhir yang kumakan? Barusan. Hehehe... mumpung gerimis dan cuaca sedikit sejuk di Hajimena.





.jpeg)



.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)


.jpeg)




