Wednesday, June 03, 2026

CHANEL YOUTUBE YANG SERING DITONTON: Dari Lagu-lagu, Cerita Horor, Pendakian, Kuliner dan Drakor

 Ada beberapa chanel Youtube yang menjadi teman enak saat kerja maupun santai. Kita mulai dari yang pertama ya:

1. Lagu-lagu segala jenis

Ini biasanya diklik sesuai dengan yang muncul saat pertama Youtube dibuka. Bisa klik lagu-lagu lawas, Didi Kempot, Letto, lagu rohani, lagu-lagu cafe dan seterusnya. Jika sudah buka chanel musik, itu artinya aku akan kerja serius di depan laptop. Musik menjadi teman di latar belakang yang menyegarkan. Ndak akan ditoleh layar Youtubenya.

2. Kisah horor

Kisah-kisah horor bukan favorit tapi entah mengapa sejak beberapa tahun lalu, kalau sedang buka laptop, chanel milik Nadia Omara, Hirotada Radifan atau Mohammad Prasodjo jadi teman setia. Jika membuat rencana-rencana, menyusun proposal dan seterusnya, kisah-kisah horor ini sering menjadi teman dan memunculkan ide-ide. Ntar saat editingnya sih kembali ke laagu-lagu. Tapi saat ngetiknya sembari lirik-lirik ke sinilah.

3. Kuliner

Ini biasanya akan otomatis klik saat Hari Jisun memunculkan video baru. Dari antara chanel yang dikelola orang Korea, seneng aja lihat Hari Jisun berkisah tentang perjalanannya ke Indonesia saat sendiri atau mengajak keluarga dan temannya. Bukan semata kuliner tapi juga tempat-tempat terkenal maupun tidak terkenal di Indonesia.

4. Pendakian

Ini mah mesti ke chanel Fiersa Besari. Walau juga lihat chanel pendakian atau petualangan lain, Fiersa selalu menarik hati. Ini mesti ditonton ya, jadi kalau udah buka chanel ini, ya hanya untuk rekreasi, tidak sambil bekerja.

5. Drakor

Kalau di Youtube lihat drakor atau dracin sebenarnya hanya untuk lihat cuplikannya. Tidak akan punya kesabaran cukup untuk menonton kisah-kisah panjang drama.

6. Wayang Kulit

Iya dung, ini lumayan sering saat pandemi karena kemunculan Ki Seno Nugroho di youtube. Sekarang-sekarang mulai lagi karena Ki Gadhing Pawukir. Kayaknya akan tetap setia dengan chanel Dalang Seno walau tidak bisa menonton sekali habis untuk satu lakon. Bisa butuh beberapa hari, tapi tetap ternikmati. 

Tuesday, June 02, 2026

BELAJAR RENDAH HATI

 Ini PR banget deh. Semakin berumur, belajar rendah hati ini menjadi lebih susah. Indikator utama bahwa kita sudah rendah hati adalah kita tidak sakit hati diperlakukan seperti apa pun. Bagaimana itu bisa dilakukan diterapkan?

Aku merasa sudah begini senior, jadi ketua ini itu, tapi begitu hadir di suatu tempat tak ada satu pun yang menyambut, mempersilakan, bahkan tak ada yang kenal.

Aku merasa begitu istimewa, punya suara bagus dengan alur rapi saat bicara, tapi tak ada satu pun kesempatan bicara, bahkan ketika ngacung pengin bicara, moderator mengalihkan pada orang lain.

Aku merasa ahli bisa ini itu tapi saat ada acara yang sesuai bidang itu tak ada seorang pun yang ingat bahwa aku punya keahlian.

Aku merasa sudah tersenyum pada semua orang tanpa kecuali, sudah merasa begitu baik, tapi ternyata semua orang mengabaikan tak ada yang membalas senyum tak ada yang menyapa.

Aku sudah percaya diri akan duduk di tempat terbaik, ternyata tempat itu sudah diberikan pada orang lain yang kukenal masih muda, atau bahkan tak kukenal.

Dan seterusnya, dan seterusnya....

Menjadi rendah hati adalah keutamaan yang harus dilatih bahkan sejak masih muda. Menerima diri dan menerima perlakuan orang lain secara merdeka. Sekali saja kita merasa lebih, lebih unggul, lebih istimewa, lebih baik, lebih... lebih... lebih... kita menjadi sombong ngawur. Dan sekali saja kita menjadi sombong ngawur semacam ini, asudahlah, sudah pasti, kita akan mati, berhenti pada titik tertentu tak ada kemajuan kemana-mana. Merasa bisa, merasa tinggi, menganggap orang lain lebih rendah, menganggap orang lain tak pantas dan seterusnya. Inilah langkah awal untuk menjadi jahat, kalau tak dianggap aneh. Hehehe...

 

Monday, June 01, 2026

MAKAN PAGI DAN MALAM DI PESAWAT GARUDA

 Dulu aku pernah menulis beberapa tentang makanan yang disajikan di pesawat saat terbang. Salah satunya klik sini gimana aku pernah mengatakan aku tidak terlalu suka makanan yang disajikan di dalam penerbangan. Tapi aku memang selalu penasaran dengan menu yang disajikan.

Dalam penerbangan beberapa hari lalu dari Jakarta ke Batam PP, menu yang hendak disajikan dalam pesawat aku tunggu dengan sungguh-sungguh karena memang penerbangan yang kupilih pas dengan jam makan. 

Waktu berangkat, aku menggunakan Garuda kelas ekonomi terbang pukul 06.15. Makanan disajikan sekitar 30 menit setelah pesawat di udara.


 Menu yang disajikan potongan kentang rebus, telur omlet dengan sayuran yang dikukus, sosis dan kacang merah. Penyandingnya ada kacang campur dan coklat almon yang tipis. Aku memilih setengah cangkir kopi pahit. Menu ini hampir hambar rasanya, tapi menurut lidahku, menu ini cocok untuk sarapan yang cukup nutrisinya. 

Waktu balik ke Jakarta aku menggunakan Garuda ekonomi pukul 17.50. Makanan disajikan agak telat, hampir 1 jam setelah terbang. Cuaca tidak terlalu bagus sehingga kami selalu diminta untuk memakai sabuk pengaman.


 Jam penyajian setelah jam 5 sore, dan aku sudah lapar sejak menjelang pukul 5 sore seperti biasa. Maka aku menerima menu ini dengan antusias. Nasi putih, buncis dan wortel tumis serta ayam kecap. Penyandingnya sama, kacang campur dan coklat almon. Untuk minum aku minta teh panas tawar dan bonus susu. Cukup kenyang dan rasa yang familier sekali. 

Saturday, May 23, 2026

SEMUA AKAN BAIK-BAIK SAJA

Aku tahu ada garapan Baim Wong karena di beranda FB maupun IG sering muncul short video bagamana Baim mengarahkan Alim untuk berperan. Aku ndak tahu bentuknya drama televisi atau film layar lebar, tapi jelas Baim menikmati relasi yang asyik dengan Alim. Alim ini anak istimewa, yang pasti butuh trik khusus untuk menjelaskan padanya tentang apa yang perlu dikerjakan dalam garapan bersama banyak orang.

Baru ngeh kemudian ketika lihat poster foto ini saat browsing iseng dengan Wo Elly dan Atu Alia tentang bagaimana kami akan melewatkan malam bersama usai lokakarya di Horison. Malam tak ada agenda apa pun, dan kami bertiga sudah memutuskan untuk menginap. Dari antara film yang sedang tayang, yang pertama diusulkan untuk ditonton adalah Ghost in the Cell. Aku sudah menontonnya tapi aku tak keberatan nonton lagi jika memang disepakati begitu. Tapi kemudian kami memutuskan untuk memilih fil saat kami sudah sampai bioskop, yang paling dekat di Mall Kartini. Beruntungnya, yang persis pas akan main adalah film Semua akan Baik-baik Saja.

Film ini bercerita tentang kehidupan keluarga ibu Wida yang sudah ditinggalkan oleh suaminya. Bu Wida membesarkan anak-anaknya sendiri dibantu oleh anak sulungnya Tari. Dikisahkan di bagian awal Tari meninggal, meninggalkan tiga anak, salah satunya adalah Alim, anak istimewa berkebutuhan khusus. Di sinilah dinamika itu berawal. Fokusnya bukan pada salah satu anak, tapi seluruh konflik dan relasi dalam keluarga inilah yang menarik.

Dikisahkan dengan alur yang datar eh bukan datar, sebenarnya ya ini kayak melihat tetangga sebelah gitulah. Sesuatu yang biasa kita lihat dalam keseharian kita. Kayak potret aja dari realita, ndak ngarang-ngarang. Ada memang keluarga yang kayak gini, mungkin cuplikan-cuplikannya. Itulah yang membuat kami serasa dekat dengan kisah ini, tak perlu mikir-mikir berat, nikmati saja termasuk menikmatinya sampai mata sembab. Hehehe...

Aku tak pernah nonton film yang disutradarai Baim sebelumnya. Malah aku ndak nyangka kalau dia ni sutradara. Strategi memasang nama-nama besar di dunia perfilman tentu saja sangat pengaruh. Kalau bukan Reza, Christien Hakim, dll, kayaknya film seperti ini ndak akan berhasil deh. 

Reza Rahadian sebagai Langit

Christine Hakim sebagai Ibu Wida

Raihaanun sebagai Bintang

Ari Irham sebagai Banyu

Happy Salma sebagai Mentari (Tari)

Masih ditambah  pemeran pendukung lainnya antara lain Teuku Rifnu Wikana (sebagai Ilhan), Aquene Djorghi, Malikha Shaquena, Alim Marwan, Vanessa dan seterusnya.

























Thursday, May 21, 2026

Mi Instan: Bolehlah ya....

 

Sesekali makan mi instan ya boleh saja. Ini mi rebus dijadikan mi nyemek, air dikit saja, bumbu dikurangi, ditambah telur setengah mateng (memasukkan telur tidak dari awal) dan irisan daun dan batang selederi. Rasa yang paling kusuka adalah rasa yang ringan, seperti rasa kaldu ayam atau rasa ayam bawang.

Kapan mi instan boleh dimakan? Pokoke ndak sering-sering. Sebulan dua atau tiga kali makan mi instan masih tak masalah bagi tubuhku. Itu pun aku atur, sebelum dan sesudah makan mi ini, aku sudah mengurangi nasi atau sama sekali tidak makan nasi. Jadi perut tidak begah terlalu penuh.

Aku termasuk yang meyakini mi instan termasuk makanan enak, tidak berbahaya, boleh-boleh saja. Tapi memang tak ada gizi kalau tidak diberi tambahan bahan lain. Paling mudah dan lebih enak ya ditambah telor langsung, atau telur rebus. Juga menjadi lebih sehat kalau ditambah sayuran. Maka menanam kangkung, selederi dan sawi di sekitar rumah menjadi bagian yang bisa dipilih untuk mendapatkan mi instan sebagai makanan yang agak sehat mengandung nutrisi berguna. Enak lagi kalau ada suwiran ayam atau bakso.

Usai makan mi instan, yang paling cocok adalah minum teh tawar panas. Lalu aktifitas dulu sebentar, mungkin jalan kaki sekitar rumah 10 - 15 menit, atau karaokean sambil joget-joget. Jangan terlalu mepet dengan jam tidur.  

 Kapan mi instan terakhir yang kumakan? Barusan. Hehehe... mumpung gerimis dan cuaca sedikit sejuk di Hajimena.

Saturday, May 16, 2026

PESTA BABI DI DAPUR HAJIMENA


 Akhir-akhir judul film Pesta Babi sering banget muncul di beranda medsosku. Pas libur Kamis lalu, kebetulan banget aku dapat link film ini dan bersama sekumpulan teman usai makan siang kami menontonnya sambil lalu. Nonton tidak terlalu fokus, tapi cukup serius dan beberapa komentar muncul spontan sepanjang pemutaran film.

1. Realita masyarakat Papua terpotret dalam film ini. Bagaimana mereka hidup, bagaimana mereka berelasi dalam sosial, ekonomi dan budaya dapat kita lihat.

2. Film ini menampakkan ancaman bagi hidup masyarakat yang berasal dari luar Papua. Mereka tidak dipahami dengan baik sehingga kekuatiran mereka terus berkembang, mungkin juga akan menjadi ketakutan atau kemarahan.

3. Masalah yang ada sangat kompleks. Aku tak tahu bagaimana masalah-masalah kompleks di Papua dapat diurai. Banyak pertanyaan muncul dalam pikiranku misalnya apakah mereka siap untuk mandiri dengan seluruh situasi kerusakan saat ini? Apakah mungkin pemerintah Indonesia mampu mengenali pintu masuk paling bijak untuk membangun Papua tanpa menjadikan mereka sebagai korban? Apakah Gereja bisa menjadi sahabat bagi masyarakat Papua alih-alih hanya bersuara idealis tanpa tindakan nyata yang berdampak signifikan?

4.  Film ini digarap dengan menampakkan keindahan manusia dan alam Papua yang cantik indah. Harusnya mereka menjadi abadi dengan seluruh kecantikannya.

5. Film ini menjadi ajakan buat kita semua untuk peduli pada Papua ah... sebenarnya ajakan untuk mulai kembali pada kepedulian pada sesama, siapa pun tanpa kecuali, dengan penghormatan yang semestinya pada martabat manusia tanpa melepaskannya dengan apa yang melekat pada dirinya secara personal, komunal maupun sosial. Papua dan juga semua manusia, harus dianggap ada seperti adanya yang tentu juga punya kekayaan yang harus didukung untuk berkembang bagi mereka sendiri. Ini adalah ajakan untuk bergerak, tidak hanya peduli secara basa-basi karena punya kepentingan tapi bergerak bersama Papua untuk mewujudkan kesejahteraan bagi semua manusia tanpa diskriminasi.

Friday, May 15, 2026

KI GADHING PAWUKIR SENO SAPUTRO, Dalang Muda Tempat Aku Melabuhkan Hati

 Ki Gadhing Pawukir merupakan anak laki-laki Ki Seno Nugroho, dalang legendaris pujaan hatiku yang sudah meninggal tahun 2020 lalu. Aku ingat saat mendengar kabar kematiannya, aku tak bisa menahan air mataku sepanjang malam. Gendhing Ladrang Gajah Seno yang mengiringi keberangkatan Ki Dalang waktu itu menjadi salah satu gendhing sakral di hatiku. Untuk beberapa waktu setelah kematian Ki Seno, aku ndak bisa menonton wayang. Padahal sebelumnya hampir setiap malam aku nonton wayang lewat youtube chanel Ki Seno Nugroho atau chanel lain yang memutarnya.

Beberapa bulan terakhir ini, aku kembali ke wayang dan mulai menikmati pementasan yang dilakukan oleh Ki Gadhing Pawukir, putra Ki Seno. Mulai melihat kembali di awal-awal pementasannya, dan mulai melihat ini anak asyik banget. Untuk orang muda semacam dia, kutambahkan apresiasi, salut sebesar yang ada di dalam hatiku. Jika dulu aku jatuh cinta pada bapaknya, kini pun pada Ki Gadhing aku melabuhkan hatiku.

 Gadhing masih sangat muda mungkin sekitar 20an tahun, entah menjelang atau lebih sedikit. Pokoknya masih sangat muda. Nanti kukoreksi kalau sudah menemukan datanya.

Penampilannya sudah semakin percaya diri. Dan yang membuatku anteng diam menontonnya, ada karakter suaranya yang sangat mirip dengan bapaknya. Gayanya sudah semakin santai. 

Misal yang terakhir kutonton di chanel Dalang Seno dua hari lalu dengan judul Sekar Pudak Tunjung Biru, streaming sampai aku menuliskan ini ditonton oleh 104 ribu viewers. Gadhing tampak menikmati pementasannya, terlihat dalam obrolan yang muncul di limbukan dan goro-goro. Gadhing juga menampakkan kegalauannya, kerendahan hatinya dengan menceritakan bagaimana proses kreatifnya bersama para senior yang dulu juga menemani bapaknya, bahkan sebagian sudah ikut terlibat bersama kakeknya Ki Suparman.

Beberapa hal yang kusukai dalam pementasan ini, adalah sebagai berikut:

1. Ki Gadhing sudah menampilkan karakter suara yang bahkan tak kutemukan pada beberapa dalang yang pernah kutonton. Ukurannya saat aku merem, aku bisa menandai bahwa tokoh yang sedang bersuara adalah tokoh yang berbeda. Gadhing mampu melakukannya.

2. Ki Gadhing menggunakan bahasa sederhana yang dulu juga digunakan oleh Ki Seno sehingga penonton atau pendengar mudah mengenali kisah-kisah yang ditampilkan.

3. Ki Gadhing mulai menggunakan rubrik atau babak untuk menampilkan guyonan. Ini perlu sekali untuk penonton masa kini yang tak punya kesabaran berjam-jam untuk menikmati wayang. Bisa monoton kalau tak diselingi guyonan.

4. Ki Gadhing masih melibatkan para senior, orang-orang bapaknya dengan penuh hormat. Dia akan menjadi dalang ampuh, dan sedang berproses untuk mencapainya. Love.