Yuli Nugrahani, lahir di Kediri 9 Juli 1974, dari Ibu Titik
dan Bapak Sam. Menempuh pendidikan di SDN Grogol 3 Kediri, SMPK Don Bosco
Gringging, SMAK Augustinus Kediri dan S1 di Fakultas Teknologi Pertanian
Universitas Brawijaya Malang. Pernah menjadi wartawan di Malang Pos, editor
Mingguan SuPel (Suplemen Pelajar) Malang Pos, dan pimred di Majalah Nuntius.
Sekarang tinggal di Hajimena, Natar, Lampung Selatan bekerja untuk Keuskupan
Tanjungkarang sebagai Ketua Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran
Perantau (KKPPMP).
Mulai
menulis berbagai bentuk tulisan pada tahun 1992 di berbagai buletin, majalah,
koran dan jurnal, seperti : Buletin Terlibat, Lembur,
Majalah Hidup, Ucanews, Majalah
Nuntius, Femina, koran
Malang Post, Lampung Post, Fajar Sumatera, Teras Lampung, Suara Karya, Sinar Harapan, Jurnal Perburuhan, Bulettin ACPP Hongkong,
Majalah Mantra, Buletin Insan, beberapa media online, blog pribadi dan
sebagainya.
Menjadi
editor dan penyusun buku : Eritis Mihi Testes (Tanjungkarang, 2002),
Suster-suster Klaris Kapusines Sekincau (Tanjungkarang, 2003), Samudera
Peziarahan (Tanjungkarang, 2010), Goro-goro, Kucing Gering Bagong Leong
(Tanjungkarang, 2013), Antologi Puisi Hujan Kampoeng Jerami (Sumenep, 2014),
terakhir sebagai editor Antologi Puisi Titik Temu Komunitas Kampoeng Jerami
(Sumenep, 2014) yang ditulis oleh Acep Zamzam Noor dkk., Kumpulan Puisi dan
Cerpen Akar Rumput (Sumenep 2016), Gurindam Jiwa dalam 29 Pasal (Batam, 2017), 25 Tahun Koperasi Mekar Sai
(Lampung, 2017), Pandemi Pasti Berlalu (Lampung, 2021), SAMPIAN
Antologi Puisi Dwibahasa Lampung-Indonesia (Lampung, 2022), Jalan
Sastra Lampung: Kumpulan Esai (Lampung, 2022), dan sebagainya.
Tulisan reflektif
masuk dalam buku : Mengais Makna di Tepi Kehidupan (Surabaya, 2005), Varia
Geliat Hati, sebuah Refleksi Pemerhati Buruh Keuskupan Tanjungkarang
(Tanjungkarang, 2008) dan Pastoral Lembaga Pemasyarakatan, Refleksi Para
Pemerhati Narapidana (Tanjungkarang, 2013).
Puisi-puisi
selain tersebar di beberapa media juga masuk dalam buku : Turonggo Yakso,
Memperjuangkan sebuah Eksistensi (Trenggalek, 2014), Gemuruh Ingatan 8 Tahun
Lumpur Lapindo (Sidoarjo, 2014), Hujan Kampoeng Jerami (Sumenep, 2014) dan
Antologi Puisi Titik Temu (Sumenep, 2014). Buku puisi tunggal berjudul Pembatas Buku, diterbitkan oleh Indepth
Publishing pada Mei 2014. Buku ini diluncurkan oleh Komunitas Berkat Yakin
(Kober) dalam pembacaan puisi dan bedah buku dengan moderator Ari Pahala
Hutabarat di gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Universitas Lampung (Unila),
pada 23 Mei 2014, dalam rangkaian milad Kober. Buku kumpulan puisi berikutnya
berjudul Sampai Aku Lupa, diterbitkan oleh Komunitas Kampoeng Jerami
tahun 2017.
Cerpen-cerpen
selain tersebar di berbagai media juga masuk dalam buku : Antologi Cerpen
‘Kawin Massal’ (Dewan Kesenian Lampung, 2011), dan Antologi Puisi dan Cerpen
Sastrawan Lampung ‘Hilang Silsilah’ (Dewan Kesenian Lampung, 2013). Buku
kumpulan cerpen berjudul Daun-daun Hitam,
diterbitkan oleh Indepth Publishing dan Caritas Tanjungkarang pada pertengahan
2014, berisi 12 cerpen dengan mengusung tema-tema sosial dan kebhinekaan. Salah Satu Cabang Cemara (Komunitas
Kampoeng Jerami, 2016), yang pada tahun 2017 salah satu cerpennya dipentaskan
oleh Sun Love Community di Dawiels Cafe dan Taman Budaya Lampung. Buku cerita
rakyat Sultan Domas, Pemimpin yang Sakti dan Baik Hati diterbitkan oleh Kantor
Bahasa Propinsi Lampung tahun 2017.
Hingga sekarang,
Yuli Nugrahani selain terlibat dalam banyak kegiatan social justice, juga aktif
memberikan pelatihan penulisan dan juri di berbagai komunitas dan tempat
khususnya jenis tulisan jurnalistik, reflektif, puisi dan prosa. Saat ini Yuli
Nugrahani tercatat sebagai sekretaris Komite Sastra Dewan Kesenian Lampung,
Ketua Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKPPMP)
Keuskupan Tanjungkarang, Ketua Forum Partisipasi Masyarakat dalam Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak (PUSPA) Provinsi Lampung, Ketua Pengawas KSP
Kopdit Mekar Sai dan menjadi pembina Jaringan Perempuan Padmarini.