Dalam rangkaian Puncak Arah Ardas tahun ke IX tahun 2026 dan memasuki Tahun Ardas X tahun 2027, Keuskupan Tanjungkarang menggelar kegiatan Donor Darah Serentak, di Asilo Hermelink, Gedungmeneng, Bandar Lampung, Sabtu, 17 Oktober 2026, mengusung tagline Donor Darah Serentak, Bersama Lintas Iman dan Agama. Kegiatan ini diharapkan, menjadi sarana perekat antar umat beragama dan menjadi salah satu cara untuk cinta kehidupan.
"Kami ingin merayakan perbedaan sebagai kekayaan, dan saling berbagi, membantu tanpa membeda-bedakan golongan." ujar Marcus Budi Santoso Ketua Umum Perayaan Puncak Ardas IX. Gerakan donor darah gelombang pertama diselenggarakan di lima titik yaitu, Asilo Hermelink (17 Oktober 2026), Paroki Bandarjaya (18 Oktober 2026), Paroki Metro, Paroki Gisting (25 Oktober 2026) dan Paroki Katedral Kristus Raja (25 Oktober 2026).
Kepala Pusat Pastoral (Puspas) Keuskupan Tanjungkarang, RD Piet Yoenanta, menyampaikan bahwa Gerakan Donor Darah selain dilakukan pada lima titik yang sudah terjadwal, juga akan diikuti oleh Paroki-paroki dan komunitas-komunitas dalam wilayah Keuskupan Tanjungkarang.
"Gerakan ini sudah dimulai melalui ajakan dan seruan moral kemanusiaan, Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmaja, Uskup Tanjungkarang yang disampaikan ke paroki-paroki. Harapannya paroki menyambut dan merespon ajakan Bapa Uskup, disesuaikan dengan kondisi setiap paroki," ungkap Rm. Piet.
Tema Ardas tahun ini "Cinta Kehidupan dan Lingkungan Hidup", diwujudkan dalam aksi donor darah sebagai wujud komitmen Gereja dalam menghadirkan kasih kepada seluruh umat manusia.
Di Bandar Lampung, kegiatan ini melibatkan ratusan masyarakat umum entah pendonor maupun yang ikut pemeriksaan dan pengobatan gratis dari berbagai unsur. Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis, berkolaborasi dengan Komisi Kesehatan Keuskupan Tanjungkarang, Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Lampung. Aksi kemanusiaan ini diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan stok darah sekaligus memperkuat semangat kepedulian dan gotong royong di tengah masyakat.Dalam pengantar pembukaan kegiatan drg. Rosmini Sipayung Ketua Komisi Kesehatan menandaskan bahwa setiap calon pendonor terlebih dahulu menjalani proses registrasi, verifikasi identitas, serta pemeriksaan kesehatan oleh tenaga medis untuk memastikan kondisi tubuh dalam keadaan prima sebelum melakukan donor darah.***
.jpeg)




.jpeg)
.jpeg)




.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)


