Saturday, May 23, 2026

SEMUA AKAN BAIK-BAIK SAJA

Aku tahu ada garapan Baim Wong karena di beranda FB maupun IG sering muncul short video bagamana Baim mengarahkan Alim untuk berperan. Aku ndak tahu bentuknya drama televisi atau film layar lebar, tapi jelas Baim menikmati relasi yang asyik dengan Alim. Alim ini anak istimewa, yang pasti butuh trik khusus untuk menjelaskan padanya tentang apa yang perlu dikerjakan dalam garapan bersama banyak orang.

Baru ngeh kemudian ketika lihat poster foto ini saat browsing iseng dengan Wo Elly dan Atu Alia tentang bagaimana kami akan melewatkan malam bersama usai lokakarya di Horison. Malam tak ada agenda apa pun, dan kami bertiga sudah memutuskan untuk menginap. Dari antara film yang sedang tayang, yang pertama diusulkan untuk ditonton adalah Ghost in the Cell. Aku sudah menontonnya tapi aku tak keberatan nonton lagi jika memang disepakati begitu. Tapi kemudian kami memutuskan untuk memilih fil saat kami sudah sampai bioskop, yang paling dekat di Mall Kartini. Beruntungnya, yang persis pas akan main adalah film Semua akan Baik-baik Saja.

Film ini bercerita tentang kehidupan keluarga ibu Wida yang sudah ditinggalkan oleh suaminya. Bu Wida membesarkan anak-anaknya sendiri dibantu oleh anak sulungnya Tari. Dikisahkan di bagian awal Tari meninggal, meninggalkan tiga anak, salah satunya adalah Alim, anak istimewa berkebutuhan khusus. Di sinilah dinamika itu berawal. Fokusnya bukan pada salah satu anak, tapi seluruh konflik dan relasi dalam keluarga inilah yang menarik.

Dikisahkan dengan alur yang datar eh bukan datar, sebenarnya ya ini kayak melihat tetangga sebelah gitulah. Sesuatu yang biasa kita lihat dalam keseharian kita. Kayak potret aja dari realita, ndak ngarang-ngarang. Ada memang keluarga yang kayak gini, mungkin cuplikan-cuplikannya. Itulah yang membuat kami serasa dekat dengan kisah ini, tak perlu mikir-mikir berat, nikmati saja termasuk menikmatinya sampai mata sembab. Hehehe...

Aku tak pernah nonton film yang disutradarai Baim sebelumnya. Malah aku ndak nyangka kalau dia ni sutradara. Strategi memasang nama-nama besar di dunia perfilman tentu saja sangat pengaruh. Kalau bukan Reza, Christien Hakim, dll, kayaknya film seperti ini ndak akan berhasil deh. 

Reza Rahadian sebagai Langit

Christine Hakim sebagai Ibu Wida

Raihaanun sebagai Bintang

Ari Irham sebagai Banyu

Happy Salma sebagai Mentari (Tari)

Masih ditambah  pemeran pendukung lainnya antara lain Teuku Rifnu Wikana (sebagai Ilhan), Aquene Djorghi, Malikha Shaquena, Alim Marwan, Vanessa dan seterusnya.

























No comments:

Post a Comment