Tuesday, June 02, 2026

BELAJAR RENDAH HATI

 Ini PR banget deh. Semakin berumur, belajar rendah hati ini menjadi lebih susah. Indikator utama bahwa kita sudah rendah hati adalah kita tidak sakit hati diperlakukan seperti apa pun. Bagaimana itu bisa dilakukan diterapkan?

Aku merasa sudah begini senior, jadi ketua ini itu, tapi begitu hadir di suatu tempat tak ada satu pun yang menyambut, mempersilakan, bahkan tak ada yang kenal.

Aku merasa begitu istimewa, punya suara bagus dengan alur rapi saat bicara, tapi tak ada satu pun kesempatan bicara, bahkan ketika ngacung pengin bicara, moderator mengalihkan pada orang lain.

Aku merasa ahli bisa ini itu tapi saat ada acara yang sesuai bidang itu tak ada seorang pun yang ingat bahwa aku punya keahlian.

Aku merasa sudah tersenyum pada semua orang tanpa kecuali, sudah merasa begitu baik, tapi ternyata semua orang mengabaikan tak ada yang membalas senyum tak ada yang menyapa.

Aku sudah percaya diri akan duduk di tempat terbaik, ternyata tempat itu sudah diberikan pada orang lain yang kukenal masih muda, atau bahkan tak kukenal.

Dan seterusnya, dan seterusnya....

Menjadi rendah hati adalah keutamaan yang harus dilatih bahkan sejak masih muda. Menerima diri dan menerima perlakuan orang lain secara merdeka. Sekali saja kita merasa lebih, lebih unggul, lebih istimewa, lebih baik, lebih... lebih... lebih... kita menjadi sombong ngawur. Dan sekali saja kita menjadi sombong ngawur semacam ini, asudahlah, sudah pasti, kita akan mati, berhenti pada titik tertentu tak ada kemajuan kemana-mana. Merasa bisa, merasa tinggi, menganggap orang lain lebih rendah, menganggap orang lain tak pantas dan seterusnya. Inilah langkah awal untuk menjadi jahat, kalau tak dianggap aneh. Hehehe...

 

No comments:

Post a Comment