Monday, June 22, 2026

ASILO HERMELINK (1): Ruang Publik untuk Masyarakat Bandarlampung


Tempat ini menjadi bahan tulisan yang tak ada habisnya. Jika sudah memulai menuliskannya, pasti akan ada tulisan lain yang bakal menyusun. Untuk awal, saya hendak mengenalkan dulu tempat macam apa Asilo Hermelink, dan mengapa ini patut disiarkan khususnya bagi masyarakat Lampung maupun orang yang kebetulan berkunjung di Bandarlampung.

Asilo Hermelink terletak di Jalan ZA Pagar Alam, Gedungmeneng, terletak di seberang Fitrinofane dan di samping persis Kompleks Pasca Sarjana Universitas Bandarlampung. Kalau melewati bagian depannya, orang yang belum pernah masuk ke dalamnya tak akan membayangkan bahwa tempat ini luas dan memiliki banyak fasilitas publik. Yang kelihatan menyolok adalah pohon-pohon, yang setahun belakangan sudah banyak berkurang karena sudah ditata ulang. Dulu lebih tampak seperti hutan, kalau sekarang sudah lebih 'manusiawi', tidak menakutkan untuk dimasuki.

Fasilitas publik pertama yang akan dilihat saat masuk adalah pendopo di bagian depan. Pendopo ini dapat memuat 50 - 150 orang, tergandung mau menggunakan kursi, duduk di lantai bertikar, atau berdiri, bisa lebih banyak lagi yang bisa gabung jika ditambah dengan tenda di sekitarnya. Pendopo ini bisa digunakan berbagai kelompok dengan syarat mencatatkan jadwalnya ke kontak person Asilo seperti tercatat di website resminya atau di google map.

Tidak terlalu jauh, pendopo ini dilengkapi dengan beberapa kamar mandi/toilet yang terletak di bagian lebih dalam. Air dan lampu bisa diakses untuk penggunaannya. 

Yang tidak mau ikut atau menyelenggarakan kegiatan di pendopo, fasilitas berikutnya adalah jalur jogging yang mengitari Asilo, persis di samping pagar pembatas. Jika mengikuti full rute jogging, jaraknya sekitar 700 m. Ada sedikit tanjakan/turunan di sisi kanan dan kiri jalur, sehingga untuk latihan tubuh, jogging track ini cukup lengkap.

Di sisi dalam, mungkin orang-orang heran lihat kotak-kotak semen, sekitar 50 pondasi. Ini merupakan alas tenda bagi yang mengingikan camping di tempat ini. Saat ini Asilo juga sudah memiliki puluhan tenda dengan kapasitas ukuran 3 - 10 orang per tenda. Alas semen ini untuk memastikan si pengguna akan cukup nyaman jika menginap di tenda khususnya saat hujan. Tenda yang ada juga dilengkapi dengan matras dan lampu tenda. Memang tidak sebanyak yang seringkali dibutuhkan, tapi untuk kelompok kecil, fasilitas ini sudah sangat lumayan.

Turun ke bawah, kita akan menemukan pondok kayu yang teduh. Pondok ini memiliki ruang cukup menampung belasan orang yang ingin ngobrol santai. Ada dapur dengan fasilitas yang cukup lengkap jika ingin memasak. Bahan-bahan makanan juga seringkali ada di sana, selaras dengan nama pondok: Lamban Semah Atei, rumah murah hati. Bagi orang yang berkelimpahan, bisa meletakkan apa pun di pondok ini, entah beras, singkong, kopi, gula, kue dan sebagainya. Bagi yang ingin menggunakannya, semua saja dipersilakan tanpa diskriminasi. 

Di dekat pondok bawah ini ada bangunan yang sedang proses dibangun, yang direncanakan menjadi kamar mandi dan gudang. Selain itu, di sekitar area juga ada pondok-pondok kecil jika ingin menyepi atau berteduh di tempat ini. Ohya, ada pendopo kecil untuk 15 - 20 orang di sisi bawah ini. Juga ada kolam ikan dengan isi bermacam-macam ikan.

Pepohonan tidak sebanyak dulu, tapi masih sangat teduh dengan varietas beraneka. Lapangan rumput juga siap dimanfaatkan untuk kegiatan luar ruangan, atau olah raga. Paling depan adalah rumah sekretariat bersama.  

Ohya, tempat ini tidak dimaksudkan sebagai tempat bisnis yang menarik biaya. Syarat untuk menggunakan adalah ikut menjadi dan merawat tempat ini, lain-lain gratis. Tentu saja jika mempunyai dana atau bahan yang bisa didonasikan, Asilo akan menerimanya karena tempat ini sedang proses pengembangan. Tapi kalau sampai ada yang mengutip biaya sedikit saja secara paksa, hal itu tidak dibenarkan. (bersambung)

No comments:

Post a Comment