Friday, July 10, 2026

Akrobat Dengan Emas (2)

 

 Jika mau membaca ini, baik juga membaca dulu tulisan yang ada kaitannya di sini tentang tema yang serupa tentang logam mulia (LM), emas dan jual beli emas. Ada satu toko emas yang menjadi langgananku dalam dua tahun terakhir ini, yaitu toko emas Merlin di Jalan Teuku Umar, Kedaton. Toko ini menjadi pilihan bagiku karena lokasinya tiap hari kulewati saat beraktifitas. Posisinya di sebelah kiri, sehingga saat aku berangkat kerja pasti mudah banget untuk mampir. 

Awalnya dulu aku mulai ke sini secara random nyari di google maps, toko emas yang terdekat dan bisa terjangkau karena mau jual LM. Catetan, jual LM itu pilihan yang berat bagiku. Pilihan pertama jika ada kebutuhan darurat dan akan melibatkan LM, aku sebenarnya lebih suka menggadaikannya di Pegadaian. Ini jurus yang tepat karena aku tak akan kehilangan aset. Tapi konsekwensinya, aku harus mempersiapkan pembayaran untuk bunganya pada 4 bulan sekali. Karena waktu itu gak berat jika aku harus menyisihkan bunga untuk itu, maka dengan berat hati aku menjualnya.

Pilihan ke toko emas Merlin selain karena akses yang mudah, aku lihat di review google map untuk tempat ini sangat baik. Dapat bintang 4,8 dari lebih 100 ulasan. Ulasannya sangat bagus terkait dengan layanan yang baik, harga yang jujur dan tinggi dibanding tempat lain untuk buy back, proses yang cepat dan transparan, tempat yang nyaman termasuk parkirnya, dan sebagainya. Bisa cek langsung di goole untuk membacanya.

Maka aku mencobanya untuk LM yang akan aku jual. Ulasan pujian itu terbukti, aku masih  mendapatkan harga yang baik untuk LM yang kujual (walau kemudian, seperti kuduga, aku menyesal karena sudah menjualnya karena di bulan-bulan berikutnya harga emas naik).

Itu betul, guys, kalau kita sudah menjual LM jangan harap kita bisa membeli LM lagi dengan harga yang sama. Susah. Aku mulai beli LM saat harga LM masih sekitar 350 ribu rupiah per gramnya. Tiap tahun, walau sangat dinamis hingga saat ini, LM pernah mencapai 3,1 juta rupiah per gramnya. Sekarang sedang agak turun harganya, untuk antam tadi mencapi 2,85 juta rupiah per gram, tapi tetap saja lebih tinggi dari saat aku membeli tahun lalu.

Toko emas lain yang pernah kudatangi adalah sekitar Pasar Tengah dan Bambu Kuning. Tapi suasana tokonya kurang nyaman. Mungkin karena terlalu ramai dengan banyak orang lalu lalang di depan toko ya. Jadi aku sangat jarang ke sana.

Tempat transaksi emas lain yang kupercaya adalah pegadaian. Jika ingin membeli LM secara cicilan, pegadaian bisa menjadi pilihan. Tahun lalu aku dan teman-teman kantor pernah membuat arisan LM hanya 1 gram galery 24. Harga per gramnya 1,6 juta rupiah. Saat kami selesai arisan 12 bulan kemudian, harga LM galery 24 sudah mencapai 2,6 juta rupiah per gramnya, ada margin sekitar 1 juta rupiah.

Karena itulah, berurusan dengan emas selalu menyenangkan sebagai bagian dari akrobat keuangan, tentu saja dengan tidak bisa lepas dari bank, pegadaian dan koperasi kredit. Sangat menguntungkan. 

No comments:

Post a Comment