Thursday, July 09, 2026

Presidennn... oh Presiden...

Kali inilah saat paling menyedihkan diriku ini sebagai warga negara Indonesia. Sungguh aku cinta mati pada Indonesia, sampai mati juga akan tinggal di negeri ini. Tapi sungguh, sungguh, aku tidak bisa bangga sama sekali dengan presiden Indonesia saat ini. Aku tak menemukan satu alasan pun yang bisa membuatku bangga. Duluuu, dengan presiden-presiden terdahulu, aku masih bisa menemukan satu dua, sedikit banyak alasan untuk berbangga pada tiap-tiap presiden di tengah kekecewaanku pada kebijakan mereka. Yang satu ini, saat ini, ampunnn...  Duhhh...

Dalam tulisan ini aku akan mencatat bagian yang kubayangkan tentang seorang pemimpin.

1. Secara Fisik

Prabowo Subianto Bantah Dikabarkan Sakit: Itu Hoaks 

Ini sebenarnya ukuran yang seringkali kuabaikan, tapi bagian ini juga yang paling mudah dilihat di bagian awal, paling bisa ditandai. Secara fisik, presiden kita bukan manusia dengan tubuh ideal. Ukuran standar tubuh ideal, yang sering disetarakan juga dengan ukuran kesehatan adalah membandingkan berat dan tinggi badan. Nooo, aku bukan orang yang biasa memberikan stempel jelek pada orang yang over weight atau under weight, tapi perbandingan berat dan tinggi badan ini biasa banget kita gunakan untuk menjadi manusia yang sehat. Dengan sekali pandang saja kita bisa melihat bapak presiden kelebihan berat badan, dan pasti ada potensi penyakit di dalamnya. Puji Tuhan kabar kabur isu gosip tentang sakitnya beliau tak pernah di acc pihak istana. Selalu hal itu dikatakan hoaks.

2. Secara Umur

 Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto genap berusia ...

Jauhhh dunggg... Aku nih di banyak kesempatanku yang sempit sekitar-sekitar sini selalu menyuarakan kepemimpinan orang muda. Umur produktif yang diakui oleh WHO adalah rentang usia 15 - 64 tahun. Presiden kita udah sangat lanjut. Mungkin tidak pikun tapi usia di atas 70 tahun pastilah sudah surut soal ingatan, soal penambahan wawasan, soal emosional, soal apa pun. Untungnya wakil presiden masih muda, tapi ... hmmm... tentang ini aku tulis di tempat beda saja. Ada banyak hal yang bikin gumuzzz untuk wakil presiden ini.

3. Secara Prestasi

 Hmmm... apa ya prestasi presiden kita nih? Sebelum jadi presiden, kalau cek di google ada dua fase. Prestasi di militer dan di dunia politik. Keduanya sama sekali bukan prestasi yang 'membuat damai'. Setelah jadi presiden... hmmm.... aku tak bisa menyebut program-program yang ada sebagai prestasi. Aku terdampak dirugikan karena program-program itu. Misal dalam Puspa Provinsi Lampung, tak ada dana apa pun sebagai support karena efisiensi. Tapi, jumlah menteri dan wakil menteri yang banyak, perjalanan ke luar negeri, dan seterusnya sama sekali bukan contoh baik untuk efisiensi. Sebagai penggiat koperasi, apa yang kubisa katakan kalau malah yang dibentuk adalah koperasi yang tidak menggunakan prinsip koperasi yang sejak aku sekolah dulu mesti dari oleh untuk anggota. Duh. Program MBG, apa dampak nyata bagi masyarakat Indonesia? Kenapa tidak menyasar pertama-tama ke daerah-daerah pelosok dengan angka stunting tinggi? Malah yang muncul kasus-kasus.

4. Secara ... 

  

No comments:

Post a Comment