Kesempatan yang menarik masih melengkapi hari Sabtu, 27 Juni 2026. Setelah pagi sejak subuh keluar rumah dengan Lapah Jiarah sekitar 8 km, lalu bergeser untuk menemani Rekoleksi Pemerhati Lapas, sore sampai malam bersama Komisi Keluarga Keuskupan Tanjungkarang dengan satu sesi yang masih perlu digarap di tingkat keluarga, masyarakat, gereja maupun negara.
Kongres Keluarga Keuskupan Tanjungkarang yang pertama digeber sejak Jumatt 26 Juni dan akan berakhir pada Minggu 28 Juni 2026. Setelah beberapa sesi masukan dari narasumber, saya diminta untuk mengisi sesi yang akan menunjukkan perspektif gender dan perempuan khususnya dalam kehidupan di Lampung.
Saya memilih judul yang umum Kesetaraan Gender: Menghormati Martabat Manusia dalam Keluarga. Ini menjadi kesempatan bagi saya untuk mengajak sekitar 150 peserta yang hadir di Hotel Arinas untuk melihat konsep dasar gender. Pemahaman ini penting supaya perspektif gender ini sungguh dipahami dan dilatih praktiknya di tengah keluarga dan masyarakat.
Model diskusi dan sharing menjadi sarana yang tepat. Jam sore sangat rawan karena peserta sudah melalui banyak sesi yang padat dan capek. Dalam dua jam sesi yang saya ampu, ada dua diskusi yang saya pandu. Tidak sampai pada sebuah rencana konkret, tapi paling tidak, peserta memahami bahwa kesetaraan gender merupakan bentuk tindakan kasih karena didasari dengan penghormatan martabat manusia. Orang yang menyatakan cinta pastilah tak akan rela orang yang dicintai menjadi korban. Dan dalam skala kecil atau besar, tiap peserta pasti pernah mengalami praktik baik tentang kesetaraan. Inilah bekal untuk dikembangkan ke masa mendatang pada posisi manapun.


No comments:
Post a Comment