Monday, August 31, 2026

Hari Seni dan Budaya Keuskupan Tanjungkarang: Menghidupkan Nilai Kemanusiaan Lewat Seni dan Budaya

Tema itulah yang diangkat dalam podcast satu jam di Asilo Hermelink pada Selasa 25 Agustus 2026 sebagai perayaan pertama Hari Seni dan Budaya Keuskupan Tanjungkarang. Podcast ngobrol santai menjadi satu  rangkaian perayaan setengah hari diantara pentas seni yang dimulai pukul 13.00. Selain dinikmati oleh orang-orang yang datang ke Asilo, perayaan ini juga disiarkan secara live di youtube Komsos Tanjungkarang.

Hadir sebagai narasumber dalam obrolan ini dua orang muda dan berjiwa muda, seniman Lampung, yang pertama Rikky Ramli, seorang pemusik, ketua komunitas Pelangi Anak Indonesia dan juga sekretaris Komite Seni Musik Dewan Kesenian Lampung. Yang kedua Iin Zakaria, founder Komunitas Dongeng Dakocan, penggiat film dan juga penyair Lampung yang aktif dalam berbagai kegiatan sastra di Lampung maupun Indonesia.

Aku sebagai host menggunakan kesempatan singkat ini untuk mengambil inspirasi kreatif dari mereka. 

"Saya mengajar anak-anak dan remaja di berbagai sekolah untuk belajar alat musik tradisi. Selain itu juga mengembangkan nilai-nilai tradisi Lampung lewat komunitas Pelangi Anak Indonesia," ujar Rikky.

Dari berbagai latihan yang dilakukan oleh anak-anak dan remaja, Rikky memastikan bahwa panggung pementasan menjadi bagian yang penting bagi anak-anak untuk berekpresi di depan publik. Latihan akan menjadi berharga dengan adanya pentas yang bisa diapresiasi oleh semua orang yang melihatnya. 

Iin juga menandaskan pentingnya mengembangkan sastra lewat ekspresi, dalam hal ini yang digelutinya adalah dongeng.

"Bukan hanya orang tua dan guru yang berlatih mendongeng, tapi anak-anak juga kami latih untuk mendongeng sehingga mereka bisa menyebarkan nilai-nilai hidup baik pertama bagi dirinya sendiri dan juga bagi teman-temannya. Ruang yang ramah untuk perkembangan seni dan budaya bagi anak-anak ini perlu dibangun dalam masyarakat kita," paparnya.

Beberapa kritikan juga disampaikan mereka sebagai masukan bagi perkembangan seni dan budaya di Lampung. Tanggapan dari hadirin di Asilo menambah semarak perbincangan santai ini.

Usai podcast, hari seni dan budaya ini masih dilanjutkan dengan pentas seni lain, juga dilanjutkan malam hari dengan kenduri nusantara yang disajikan dalam nuansa Jawa. Usai kenduri, kegiatan dilanjutkan secara meriah dengan campursari oleh Baswara Intertainment.  

No comments:

Post a Comment