Menjelang usia lansia baik juga mengikuti kegiatan-kegiatan seperti ini. Maka, walau tidak ikut misanya, aku semangat banget mengikuti perayaannya usai misa di Gereja Kedaton, Minggu 26 Juli 2026. Diikuti oleh ratusan lansia dari berbagai lingkungan yang ada di Paroki Kedaton, acara ini membantuku untuk menghormati para senior yang sudah berjuang dalam hidup mereka ini.
Acara digelar dengan sederhana. Beberapa pentas singkat disajikan untuk menghibur para lansia. Untuk santap sore, disediakan oleh masing-masing lingkungan. Maka kayak kami yang masih cukup lincah inilah yang harus berpartisipasi.
Di sela kegiatan juga dipilih dua lansia tertua dari paroki Kedaton diberi penghargaan khusus dari paroki. Mereka usianya lebih dari 90 tahun lho. Hebat. Salut pada manusia-manusia yang bisa melampaui usia sedemikian sepuh dan mereka masih cukup sehat. Aku menyempatkan diri memberikan salim salam secara khusus pada perempuan senior yang terpilih. Aku lupa namanya siapa, nanti kalau dapat info akan aku tambahkan di sini.
Bagian akhir, hingar bingar digelar oleh panitia yang kali ini dari kelompok Flores dan Timor. Yayyy, pastilah tarian-tarian semarak mengajak semua orang yang masih tersisa untuk bergoyang. Kebanyakan dari lansia dan kakek nenek sudah pulang, tapi sesi ini bisa menjadi penyemarak untuk menandai hari istimewa ini.
Vatikan seperti biasa merilis Pesan Paus untuk peringatan ini. Paus Leo XIV untuk Hari Kakek-Nenek dan Lansia Sedunia ke-6 menyampaikan pesan dengan tema “Aku tidak akan melupakan engkau (Yes 49:15).”
“Melalui Nabi Yesaya, Tuhan berjanji bahwa Ia tidak akan pernah melupakan seorang pun dari kita. Ia meyakinkan kita bahwa wajah kita telah terukir di telapak tangan-Nya (bdk. Yes 49:16), dan bahwa kasih-Nya jauh lebih besar daripada kasih seorang ibu kepada anaknya (bdk. Yes 49:15).” ujar Paus penuh cinta.
Paus mengakui bahwa tidak sedikit lansia mengalami perasaan menyakitkan karena merasa dilupakan, terutama ketika harus menghadapi kesepian atau ketika identitas mereka seolah hanya dipandang sebagai nomor tempat tidur rumah sakit atau sekadar penyakit yang mereka derita. Menurut Paus, perayaan Hari Kakek-Nenek dan Lansia Sedunia menjadi kesempatan untuk menemukan kembali bahwa Gereja dipanggil menjadi ibu bagi semua orang. Pada usia berapa pun, setiap orang tetap dapat menyadari dirinya sebagai putra dan putri Allah yang terkasih.
Bapa Suci juga mengajak semua orang, terutama kaum muda, untuk menghidupkan kembali tradisi indah mengunjungi kakek-nenek, anggota keluarga lanjut usia, maupun para lansia yang tidak memiliki siapa pun untuk mengunjungi mereka. “Bawalah kepada mereka, melalui pesan ini dan kehadiran kalian, kedekatan dan kasih sayang Paus,” ujarnya. Paus mengajak keluarga dan orang-orang terdekat untuk menghadirkan perjumpaan yang hangat, penuh perhatian, dan kasih bagi para lansia.




.jpeg)
No comments:
Post a Comment