FAJAR
Keheningan menemani setetes embun yang bergelanyut di ujung daun pepaya.
Penantian singkat menjelang fajar usai hujan semalaman.
Setelah itu, dia akan jatuh terserap ke tanah, atau menguap lesap oleh cuaca.
Tapi dari sedikit yang sempat melihat, pastilah tahu,
setetes embun adalah kerjap cahaya, adalah lintas sunya.
Tanpa suara, pun adalah nada.
SENJA
Senja beradu sepasang mata tupai
mengerjap di simpang jalan.
Sunyiku jadi sunya
Hadirku menjelma hampa.
Tembakan di sudut pendengaran
sebutir sukma mengeriput ketakutan.
Aku tak mau membencimu
merengkuhmu bagai duri di dada
Namamu serupa sengal nafas
Tak bisa kulepas
Tak juga jadi hias
No comments:
Post a Comment