Monday, July 13, 2026

Lapah Jiarah Lampung 5: Menggapai Puncak Iman

 

Ke 5 kalinya Lapah Jiarah dilakukan di Lampung, Sabtu 11 Juli 2026. Ohya, mulai dari bulan lalu nama yang dipakai tidak lagi Mlampah Ziarah ya. Alasannya, pertama karena menghindari hal yang tidak diperlukan karena rupanya Mlampah Ziarah sudah menjadi nama paten komunitas di Yogyakarta. Alasan kedua, supaya lebih membumi dengan Lampung yang memang menjadi tempat kami tinggal.

Lapah Jiarah diambil dari bahasa Lampung artinya jalan ziarah. Lampung tidak mengenal huruf z jadi yang digunakan adalah j. Sumbernya dari sahabatku Udo Z. Karzi yang menjadi tempat konsultasi urusan-urusan ini. Nerima nihan, ya Udo. Jika ada kesalahan dalam istilah ini, koreksi ya.

Lapah Jiarah ke 5 ini dilakukan dari Asilo ke Kapel Rumah Uskup di jalan Cendana, Pahoman. Menempuh jarak sekitar 8 km, kami melakukannya sekitar 2 jam. Yang ikut dalam peziarahan 38 orang, seperti biasa dari berbagai kalangan. Sebagian dari kami sudah saling kenal, sebagian lain belum. Inilah asyiknya ikut Lapah Jiarah karena kita tidak hanya berkembang secara personal tapi berkembang secara komunal lewat perjalanan bersama.

Yang istimewa dalam perjalanan ini, pada akhir peziarahan kami dapat menikmati ekaristi bersama Rm. Aris di Kapel Rumah Uskup. Ini sangat istimewa. Biasanya kami menutup perjalanan dengan doa rosario bersama, langsung berpencar pulang atau kembali ke Asilo. Kali ini kami berkumpul dalam energi Tuhan sendiri dalam ekaristi kudus. Aku bilang ini menggapai puncak iman, karena dalam Katolik, ekaristi kuyakini sebagai sumber sekaligus puncak iman. 

Romo Aris  mengukuhkan kami lewat bacaan hari itu untuk tidak takut. Tidak takut pada penilaian orang lain. Tidak takut terus berbuat baik. Hmmm... lupa sih detil-detilnya. Tapi intine Rm. Aris menguatkan kami semua untuk tidak takut dalam kebaikan dan kebenaran. Kalau yakin baik dan benar, maka jangan takut.

Hari Sabtu itu juga jadi hari istimewa karena Bu Yuswita berulang tahun. Maka menjadi perayaan iman sekaligus jasmani secara konkret. Pesta bubur kacang ijo yang dimasak penuh kasih oleh Sr. Mariana HK. Aku yakin kita semua pulang dengan hati jiwa yang berkobar. 

 



Tulisan menyusul...

No comments:

Post a Comment